Terkait Penyegelan SDN Kiara Payung, Ini Penjelasan Camat Pakuhaji

oleh -
Terkait Penyegelan SDN Kiara Payung, Ini Penjelasan Camat Pakuhaji 
Muhidin salah satu ahli waris di depan SDN Kiara Payung yang lahanya diklaim sebagai milik keluarganya.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Camat Pakuhaji Asmawi membenarkan terkait adanya penyegelan SDN Kiara Payung oleh ahli waris sejak hari Senin (25/10/2021) lalu.  Bahkan menurut Asmawi penyegelan yang ketiga kalinya yang dilakukan oleh pihak ahli waris.

“Ini ketiga kalinya. Sebelumnya kita negosiasi, kan kasihan anak-anak ingin sekolah, ditambah ada anak-anak ahli waris juga yang sekolah di sana, ” jelasnya. 

Menurut Asmawi dirinya menduga penyegelan ini karena adanya kekecewaan dari para ahli waris yang kecewa belum adanya pembayaran atas lahan yang digunakan sebagai SDN Kiara Payung.

BACA JUGA: Sekolah Disegel Ahli Waris, Ratusan Murid SDN Kiara Payung Pakuhaji Batal PTM

Namun begitu menurut Asmawi untuk pembayaran sendiri sebenarnya tengah dalam proses pengurusan, karena tentunya dalam menggunakan uang negara tidak bisa dilakukan sembarangan perlu mengikuti tahapan pencairan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. 

“Iya betul, memang belum ada ganti rugi, namun kan memang mungkin sedang dalam pengurusan, karena untuk menggunakan uang negara kan tidak bisa sembarangan juga ya,” jelas Asmawi. 

BACA JUGA: Kadindik Tanggapi Dingin Penyegelan SDN Kiara Payung Pakuhaji

Dengan disegelnya SDN Kiara Payung tersebut menurut Asmawi, untuk sementara waktu ini, selama sekolahan tersebut di segel, maka kegiatan pembelajaran dilakukan secara online atau daring.

“Untuk sementara dilakukan pembelajaran secara online. Kita akan coba mediasi lagi, akan dibuka kembali sekolahan tersebut, ” tambahnya. 

BACA JUGA: Pjs Bupati Serang Pastikan Pembangunan 4 SDN terdampak Tol Serang-Panimbang Banten Sudah Dimulai

Sementara, Solahudin (9) salah satu siswa kelas 3 di sekolah tersebut berharap, sekolahnya segera dibuka, karena sudah dua hari dirinya mengaku tidak bersekolah.

“Dua hari ga sekolah, sekolahnya ditutup,” pungkasnya.

Sebelumnya pihak-pihak yang mengaku ahli waris atas lahan yang digunakan SDN Kiara Payung melakukan penyegelan pada Senin, (25/10/2021). Akibatnya hingga saat ini aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti. 

Salah satu ahli waris Muhidin (45) mengatakan lahan SDN Kiara Payung masih milik Almarhum Kakeknya bernama Miing Bin Rasiun yang tercatat dalam C Desa nomor 806, persil 113 D II dengan luas 5.000 m². Bukti kepemilikan tersebut diperkuat dengan adanya putusan Pengadilan Negeri Tangerang nomor: 1103/pdt.G/2019/PN.Tng tanggal 9 Juni 2020 dan putusan Pengadilan Tinggi Banten nomor: 151/pdt/2020/PT. Btn, tanggal 15 Januari 2020. 

Namun hingga kini pihak pemerintah tak kunjung memberikan pembayaran atas lahan yang digunakan sebagai SDN Kiara Payung, padahal bangunan sekolah sudah berdiri sejak tahun 1984.

“Saya bersama keluarga sepakat untuk meminta kepada pihak sekolah SDN Kiara Payung menghentikan segala kegiatan apapun di atas lahan yang masih milik keluarga kami,” kata Muhidin, Selasa (26/10/2021).

Muhidin mengaku, pihaknya telah dua kali melakukan penyegelan SDN Kiara Payung. Penyegelan dilakukan di tahun 2020 setelah pihaknya hanya mendapatkan janji-janji pembayaran namun pemerintah malah membangun kembali gedung baru diatas lahan tersebut. Saat penutupan itu, pihaknya mengaku diundang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang dan instansi-instansi terkait dan berjanji akan menyelesaikan dalam Alokasi Biaya Tambahan (ABT) 2021.

“Ini penyegelan yang kedua kalinya, kita (keluarga ahli waris-red) hanya menerima janji-janji saja, padahal Pak Sekda janji di ABT 2021,” Ujarnya.

Lanjutnya, Pihaknya sebagai Ahli waris menegaskan, tidak akan mengizinkan kegiatan apapun di atas lahan tersebut sebelum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membayar lahan yang kurang lebih dipakai seluas 3.000 m² itu.

“Kita akan tetap menggembok pintu gerbang sekolah sebelum tanah yang dipakai pemerintah dibayar,” tegasnya.(MG4/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.