Terkait Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Kepala DBMSDA Akui Perbaikan Yang Dilakukan Pemkab Tangerang Masih Bersifat Sementara

oleh -
Terkait Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Kepala DBMSDA Akui Perbaikan Yang Dilakukan Pemkab Tangerang Masih Bersifat Sementara
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Slamet Budi/Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Slamet Budi mengatakan terkait kembali longsornya Jalan Tanjung Burung di Kecamatan Teluknaga karena perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang masih bersifat sementara. Derasnya hantaman air sungai Cisadane membuat jalan yang menjadi akses 4 kampung tersebut yakni Kampung Kandang Genteng, Kampung Bebulak, Kampung Cirumpak dan Kampung Beting ke jalan Raya Kampung Melayu tersebut menjadi terputus.

Menurut Budi, seharusnya jalan tersebut saat longsor pada 14 Maret 2021 lalu diperbaiki secara permanen, dengan memasang sidepel. Namun, Pemerintah Daerah tidak memiliki wewenang untuk perbaikan secara permanen, terlebih dengan besarnya anggaran yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Perusahaan di Kabupaten Tangerang Diminta Tidak Lakukan PHK

“Cukup mahal kalau perbaikan permanen sepanjang 15 hingga 20 meter saja membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Makanya kita melakukan perbaikan sementara dengan anggaran Rp700 jutaan,” ujarnya.

BABCA JUGA: Aktivis Minta Satgas Jujur Soal Data COVID-19 di Kabupaten Tangerang

Menurut Budi, sejak pertama kali jalan Tanjung Burung rusak, pihaknya sudah melapor kepada Pemerintah Pusat untuk memperbaiki jalan yang longsor tersebut secara permanen. Dan Pemerintah Pusat pun telah memasukkannya untuk anggaran tahun 2020. Namun karena pentingnya askes tersebut bagi masyarakat Pemkab Tangerang berinisiatif melakukan perbaikan sementara dengan menggunakan Dana Tanggap Darurat (DTT) senilai kurang lebih, Rp700 juta.  

BACA JUGA: Pemkab Tangerang Siapkan Rp21 Miliar untuk Proyek Infrastruktur

“Itu oleh pusat sudah masuk ke anggaran tahun 2022. Sudah ada EDD nya, karena saat ini anggaran digeser ke penanganan COVID-19 semua. Itu jalan utama masyarakat, makanya kita perbaiki untuk sementara,” katanya. 

Sebelumnya Jalan Tanjung Burung kembali mengalami longsor pada Kamis 8 Juli 201 lalu. Padahal jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki setelah sebelumnya pada 14 Maret 2021 lau mengalami longsor. (Hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.