Terkait Izin Umrah Indonesia Tunggu Pengumuman Pemerintah Saudi

  • Whatsapp
Nizar menyatakan Indonesia menunggu pengumuman Pemerintah Saudi soal daftar negara yang diizinkan memberangkatkan jamaah umrah
Dirjen Haji dan Umrah Kemenag, Nizar, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menyatakan, Indonesia masih menunggu pengumuman Pemerintah Saudi terkait daftar negara yang diizinkan memberangkatkan jamaah umrah,

JAKARTA, REDAKSI24.COMDirjen Haji dan Umrah Kemenag (Kementerian Agama), Nizar, menyatakan, Indonesia  masih menunggu kepastian pengumuman Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia soal daftar negara yang mendapat izin memberangkatkan jamaah umrah.

“Saudi dalam pengumumannya menyebut segera merilis daftar negara mana saja yang bakal mendapatkan izin memberangkatkan jamaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin itu,”ujar Nizar di Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari siaran pers Kemenag, Nizar mengungkapkan, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi dengan Konsul Haji KJRI Jeddah, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyangkut  persiapan penyelenggaraan layanan ibadah umrah.

Rapat koordinasi antarpemangku kepentingan terkait pelayanan umrah itu, menurut dia,  antara lain membahas prioritas pemberangkatan bagi jamaah yang tertunda berangkat ke Tanah Suci sejak 27 Februari 2020 serta penerapan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penularan Covid-19 dalam pelayanan umrah.

BACA JUGA:Pemerintah Arab Buka Kembali Umrah Mulai 4 Oktober dan 1 November

“Koordinasi dengan PPIU dan maskapai terus dilakukan. Kita minta jamaah umrah yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan. Dibahas juga penerapan prokes dalam pelaksanaan umrah di masa pandemi bersama dengan Kemenkes,”jelas Nizar.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M Arfi Hatim menyebut, sementara menunggu pengumuman dari pihak Pemerintah Saudi, Indonesia mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan umrah serta menyosialisasikan prokes pelaksanaan umrah.

“Kami akan lakukan sosialisasi prokes kepada PPIU dan jamaah. Kemudian PPIU juga diminta menyosialisasikan prokes dalam kegiatan manasik umrah yang dilakukannya,” ujar Arfi.

Diketahui Kerajaan Arab Saudi secara bertahap akan kembali mengizinkan penyelenggaraan umrah mulai  4 Oktober 2020. Pada tahap awal, dibatasi bagi warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di negara itu.

“Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu enam ribu jamaah umrah per hari,” ujar  Konsul Haji KJRI Jedah, Endang Jumali. (Desi/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.