Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan COVID-19 di PT. LKM AKR Senilai 2,7 Milyar, Kejari Tangerang: Kami Masih Proses Pengumpulan Data Lapangan

oleh -
Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan COVID-19 di PT. LKM AKR Senilai 2,7 Milyar, Kejari Tangerang: Kami Masih Proses Pengumpulan Data Lapangan
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu/Dok.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Nova Elida Saragih mengungkan akan terus menindaklanjuti laporan penggiat anti korupsi (TRUTH)  terkait dugaan korupsi dana stimulan COVID-19, PT. LKM Artha Kerta Raharja Senilai 2,7 Milyar. Untuk penanganan kasus tersebut menurut Nova, Kejari Kabupaten Tangerang masih melakukan proses pengumpulan data tambahan di lapangan.

“Kami masih proses pengumpulan data dilapangan mas (wartawan_red),” ujar Nova, beberapa waktu lalu..

BACA JUGA: Dorong Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Dana Stimulan COVID-19, TRUTH Laporkan Oknum Pejabat BUMD Kabupaten Tangerang

Namun saat dimintai keterangan lebih detail apakah akan ada pemanggilan pihak PT. LKM Artha Kerta Raharja ataupun dari pihak nasabah terkait teknis dari pengumpulan data tersebut, Nova enggan berkomentar.

BACA JUGA: Diam-diam Ternyata Kejari Tangerang Sudah Menyelidiki Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Stimulan COVID-19 PT. LKM AKR, Kasi Intel :  Data Awal Kami Sudah Lengkap

Diberitakan sebelumnya Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) melalui wakil koordinatornya Jupri Nugroho, mempertanyakan hingga saat ini tidak adanya pemanggilan pihak Kejari Kabupaten Tangerang kepada oknum pejabat serta jajaran direksi salah satu BUMD tersebut.

BACA JUGA: Bupati Tangerang Sebut Sudah Ada Beberapa Indikasi Dugaan Korupsi di LKM Artha Kerta Raharja

“Hari ini saya melaporkan kasus dugaan korupsi penyalewengan dana subsidi Covid-19 oleh oknum pejabat LKM AKR senilai 2,7 Milyar yang bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Tangerang,” jelasnya usai membuka laporan di Kejari Kabupaten Tangerang. 

Dikatakan Jupri, jangan sampai tidak terselesaikannya kasus ini, membuat masyarakat menduga adanya main mata antara aparat penegak hukum dengan para pihak pejabat terkait.

“Kemarin dari keterangan di media massa, Kasie Intel menyebut bahwa kasus ini sudah full bucket. Tapi hingga detik ini tidak ada kelanjutan apakah Kejari sudah memanggil orang-orang yang diduga terlibat kasus ini apa belum,” katanya. 

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika para aparat penegak hukum masih memiliki integritas dalam mengungkap kasus ini, dirinya meminta agar laporan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pihak Kejari dengan sebenar-benarnya.(Tim R24)