Terkait Bank Banten, Gubernur Banten Digugat ke PN Serang

  • Whatsapp
bank banten
Sekelompok orang mengajukan gugatan perdata kepada Gubernur Banten terkait polemik Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) digugat sekelompok orang terkait polemik Bank Banten ke Pengadilan Negeri (PN) Serang. Gugatan perdata tersebut sudah resmi diregistrasikan melalui E-Court di PN Serang, Banten.

Gugatan perdata yangg dimaksud adalah dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dalam permasalahan Bank Banten. Para penggugat yakni, Ikhsan Ahmad selaku Akademisi Untirta, Ojat Sudrajat seorang warga asal Lebak dan Agus Supriyanto yang berasal dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Bacaan Lainnya

Ojat Sudrajat dalam keterangannya mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan sepakat membawa polemik Bank Banten ke jalur perdata PMH ke PN Serang, dengan enam pihak tergugat yakni tergugat pertama yakni Gubernur Banten.

Tergugat selanjutnya, Ketua DPRD Provinsi Banten Banten, Kepala OJK, Kepala BI Perwakilan Provinsi Banten, Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten serta Direksi Bank Banten.

“Ada juga yang turut tergugat, yakni Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Barat dan Direksi Bank BJB,” katanya, Sabtu (30/5/2020).

Ojat menambahkan, PMH yang dilakukan tergugat seperti adanya perbuatan yang tidak menambahkan penyertaan modal tambahan ke Bank Banten,  padahal Pemprov Banten mempunyai kewajiban sebagaimana amanat Perda 5 tahun 2013.

“Hal ini patut diduga tidak dipenuhinya kewajiban tersebut merupakan kesengajaan dengan tidak merealisasikannya anggaran APBD 2018 dan 2019,” jelasnya.

Sementara itu Akademisi Untirta Ikhsan Ahmad yang turut mengajukan gugatan ke PN Serang melihat polemik Bank Banten karena adanya pengawasan yang diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

“Pengawasan itu seharusnya dilakukan DPRD Provinsi Banten, OJK, Pemprov Banten serta BI perwakilan Provinsi Banten,” katanya.

Mantan tenaga ahli Gubernur itu menambahkan, BPKAD juga sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) diduga telah menunjuk bank yang kondisinya tidak sehat dalam menyimpan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten.

“Hal ini diduga tidak sejalan dengan apa yang tertuang dalam PP 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pasal 126,” katanya.

Agus Supriyanto juga berharap proses gugatan ini akan membuka semua fakta dalam kemelut yang berlangsung di Bank Banten selama ini.  “Seharusnya Pemprov Banten selaku pemilik saham pengendali melakukan langkah menyehatkan Bank Banten, bukan justru sebaliknya,” katanya.

Sementara hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Pemprov Banten atas gugatan yang dilayangkan sekelompok orang tersebut.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.