Terkait 15 Sepeda Lipat, Moeldoko: Itu Diserahkan Untuk KSP Bukan Buat Pak Jokowi

  • Whatsapp
KSP Moeldoko mengklarifikasi pemberian 15 unit sepeda lipat yang disebut untuk Presiden Jokowi
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) saat menerima 15 unit sepeda lipat dari CEO Damn I Love Indonesia Daniel Mananta, dan Direktur PT Roda Maju Bahagia, Hendra, di kantor KSP, Jakarta, Senin (26/10).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengklarifikasi pemberitaan mengenai pemberian 15 unit sepeda lipat dari CEO Damn! I Love Indonesia Daniel Mananta dan Direktur Utama PT Roda Maju Bahagia  Hendra yang disebut ditujukan untuk Presiden Jokowi.

Moeldoko secara tegas membantah pemberian sejumlah sepeda itu untuk Presiden Jokowi sehingga kemudian muncul imbauan KPK agar pihak istana menyampaikan laporan terkait hal itu.

Bacaan Lainnya

“Mas Daniel dan Mas Hendra datang ke Kantor KSP menyerahkan sepeda sebanyak 15 unit kepada KSP, sekali lagi kepada KSP, tidak ada sama sekali ke Pak Jokowi, Pak Jokowi kaget karena tidak mengerti urusannya seperti ini. Sekali lagi sepeda itu untuk Kantor Staf Presiden bukan untuk Pak Jokowi,”ujar Moeldoko dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (28/10)

Sebelumnya pada Senin (26/10), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko  menerima 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda dari presenter Daniel Mananta dan produsen sepeda element Hendra.

Ke-15 unit sepeda lipat tipe ecosmo 10 Sp Damn yang dibuat khusus untuk memperingati hari Sumpah Pemuda itu awalnya disebut akan diberikan bagi Presiden Jokowi.

“Kami mengapresiasi Mas Daniel dan Ma Hendra atas kepeduliannya dan lebih penting lagi sepeda lipat itu bukan untuk kantor KSP, enggak, karena lokasi KSP cukup berjalan kaki, sepeda ini akan diberikan ke anak-anak di daerah-daerah untuk anak-anak muda kita karena halaman KSP juga tidak cukup untuk bersepeda,” ungkap Moeldoko.

Moeldoko merasa perlu menyampaikan klarifikasi lantaran muncul imbauan KPK agar pihak Istana melaporkan penerimaan sepeda lipat tersebut ke Direktorat Gratifikasi KPK bila sepeda itu memang ditujukan untuk Presiden Jokowi.

“Saya sudah konsultasi ke Pak Syarif Hidayat Direktur Gratifikasi KPK, ini bagaimana Pak, jangan sampai salah, petunjuk beliau pemberian untuk lembaga bukan gratifikasi tapi kalau ditujukan ke Moeldoko atau nama tertentu harus segera dilaporkan sebagai gratifikasi, kami juga tidak mau berbuat salah,” jelas Moeldoko.

Menurutnya, KSP selama ini selalu berusaha untuk bekerja transparan. “Nanti tetap saja akan kami laporkan ke KPK. Kami, KSP, sudah terima sepeda sekian, tapi akan kita berikan ke daerah misalnya ke Jawa Barat untuk sosialisasi 3 M protokol kesehatan, supaya masalah ini ‘clear’,” imbuh Moeldoko.(Jay De Menes/ANTARA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.