Terduga Pembuang Mayat Bayi di Sukadame Pandeglang Berstatus Pelajar

  • Whatsapp
pembuang bayi
Warga Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten digegerkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki di samping rumah warga.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Petugas Polsek Pagelaran, Polres Pandeglang, Banten, mengidentifikasi terduga pelaku pembuang mayat bayi laki-laki di halaman samping rumah warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu (1/12/2019).

Terduga pelaku pembuang mayat bayi laki-laki itu, berinisial MRT (16), yang diketahui masih berstatus pelajar SMA. Dugaan itu setelah petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk dari petugas medis Puskesmas Pagelaran.

Bacaan Lainnya

“Dari keterangan saksi-saksi terduga pelaku mengarah kepada seseorang berinisial MRT,” ungkap Kapolsek Pagelaran, Polres Pandeglang, Iptu Subagyo kepada wartawan, Minggu (1/12/2019) sore.

Dia menuturkan, setelah mendapat laporan warga, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kepada sejumlah saksi. Pertama, kata Iptu Subayo, pihaknya meminta keterangan dari petugas perawat Puskesmas Pagelaran.

“Menurut keterangan perawat Puskesmas, pada pukul 22.30 WIB telah datang seseorang (pasien) remaja berinisial MRT yang mengeluhkan sesak nafas, lemas dan sakit perut,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Mayat Bayi Laki-Laki Dibuang di Samping Rumah Warga Sukadame Pandeglang

. Bayi Perempuan Ditemukan Warga Tewas di Pinggir Sungai

. Bayi Dibuang di Semak-semak Dekat Kantor Wali Kota Serang

Iptu Subagyo juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari perawat Puskesmas Pagelaran, pasien yang datang pada malam itu statusnya masih pelajar dan masih warga Kecamatan Pagelaran.

“Dari keterangan petugas Puskesmas itulah kami langsung mengarah kepada seseorang yang berinisial MRT itu,” ujarnya.

Kapolsek juga menyebut, pihaknya melakukan pendalaman dan pencarian barang bukti lain. Selain itu, tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga langsung melakukan pemeriksaan media terhadap MRT. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kemaluan MRT robek seperti habis melahirkan, payudara bengkak dan mengeluarkan asi.

“Namun MRT bersikukuh tidak mengakui hamil dan melahirkan. Untuk memastikannya kami membuat laporan dan membawa jenazah bayi ke Rumah Sakit Serang untuk ambil sample DNA,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan P2TP2A, serta bidan khusus remaja dan anak di Puskesmas Labuan. Pihaknya juga berencana membawa terduga pelaku pembuangan mayat bayi itu,  ke RSUD Pandeglang untuk dilakukan visum et repertum.

“Selain itu dilakukan pemeriksaan darah dan melakukan pencarian orang terdekat MRT atau terduga pelaku untuk dimintai keterangan dalam pengungkapan kasus itu,” tuturnya.

Terpisah, Kapolres Pandeglang, AKBP Sopwan Hermanto membenarkan, nggotanya telah menemukan titik terang kasus pembuangan mayat bayi laki-laki di Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran tersebut.

“Sementara kami masih meminta keterangan dari terduga pelaku. Kami akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan pelaku pembuangan mayat bayi itu. Sementara ini, MRT baru sebatas terduga,” jelasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.