Temuan BPK Jadi “Kado Pahit” HUT Kota Serang ke 12

  • Whatsapp
Para penggagas Kota Serang menghadiri Rapat Paripurna HUT Kota serang, Sabtu (10/8/2019)

REDAKSI24.COM – Badan Pemeriksa Keungan Republik Indonesia (BPK RI) merilis sejumlah temuan dugaan penyimpangan anggaran di sejumlah dinas, badan dan komite di Kota Serang. Ada delapan temuan dengan jumlah penyimpangan anggaran yang cukup fantastis selama tahun anggaran 2018. Temuan itu disebut-sebut sebagai kado pahit HUT ke 12 Kota Serang.

Kedelapan temuan BPK RI diantaranya, Kekurangan Penerimaan Pajak Parkir pada PT SF senilai Rp297.107.400,00, Sanksi Administrasi Keterlambatan Penyampaian Laporan Pembuatan Akta Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan Belum Dikenakan senilai Rp47.000.000,00.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, Kelebihan Pembayaran Belanja Bahan Material Kegiatan Pemeliharaan Jalan pada Dua Perangkat Daerah minimal senilai Rp222.335.193,15, Pembayaran Rangkap Jasa Konsultansi pada Dinas PRKP senilai Rp33.750.000,00, Pengelolaan Belanja Hibah Belum Tertib dan Pembayaran senilai Rp426.345.000,00 tidak didukung bukti pertanggungjawaban valid.

Kemudian pelaksanaan atas dua paket pekerjaan pada Dinas PUPR senilai Rp100.174.754,00 tidak sesuai spesifikasi kontrak,  denda atas pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah sakit Kota Serang Tahap II senilai Rp733.632.820,00, dan terakhir Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak digunakan sesuai peruntukannya senilai Rp108.278.000,00.

Berdasarkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang diterima Redaksi24.com, salah satu klausulnya menyebut, pada tahun 2018, Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan Dana BOS ke sekolah-sekolah di Kota Serang senilai Rp75.346.983.177,00. Alokasi dana BOS untuk SDN senilai Rp53.756.011.005,00 dan untuk SMPN senilai Rp21.590.972.172,00.

Jumlah SDN di Kota Serang sebanyak 223 sekolah dan SMPN di Kota Serang sebanyak 29 sekolah. Penyaluran Dana BOS dilakukan Tim Manajemen BOS Provinsi Banten melalui kerjasama dengan Bank Banten yang kemudian ditransfer ke rekening Bank BJB milik masing-masing sekolah.

BACA JUGA:

Pakaian Dinas Anggota DPRD Kota Serang Capai Rp690 Juta

. Di Kota Serang, yang Merokok Sembarangan Bakal Didenda

. Pemkot Serang Razia Tempat Hiburan

Inisiator sekaligus Walikota Serang pertama, Asmuji mengingatkan kepada seluruh pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar paham arah pembangunan Kota Serang yang telah disepakati para penggagas Kota Serang.

Salah satu arah pembangunan itu yakni mengentaskan kemiskinan melalui pemerataan pembangunan. “Singkirkan kepentingan pribadi dan kelompok. Jauhi tindakan korupsi,” tegas Asmuji pada Rapat Paripurna HUT Kota Serang di Gedung DPRD Kota Serang, Sabtu (10/8/2019).

Asmuji menilai, pada usianya yang ke 12 tahun, masih banyak warga Kota Serang yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Kawan-kawan jangan sampai terlena. Harus ingat amanah yang diberikan masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi sindirian tersebut, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, sejarah panjang berdirinya Kota Serang menjadi semangat dalam membangun ibu kota Banten ini. Dia berjanji semua kebijakannya untuk kesejahteraan masyarakat Kota Serang.

“Para pendahulu kami sudah meletakan pondasi pembangunan yang berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi kalau ada penyimpangan-penyimpangan, sepenuhnya kami serahkan pada prosedur yang semestinya,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.