Tekan Kasus COVID-19, Malaysia Lanjutkan Penguncian Total

oleh -
pemerintah malaysia penguncian total indikator Covid-19
Masyarakat antre untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 di gedung Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) di Kuala Lumpur, Kamis (24/6/2021). Jumlah pemberian vaksin sudah mencapai 6.301.727 dosis, terdiri satu dosis 4.547.685 (14 persen) dan dua dosis 1.727.042 (5,3 persen). Pemerintah Malaysia setempat menargetkan 60 persen vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok atau 'herd immunity'.

KUALALUMPUR, REDAKSI24 – Untuk mencapai tiga indikator nilai ambang utama, Pemerintah Malaysia melanjutkan fase pertama penguncian total. Penguncian total merupakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dalam Rencana Pemulihan Negara (PPN) dari pandemi COVID-19.

Ketiga indikator tersebut ialah rata-rata kasus harian COVID-19 menurun dibawah 4.000 kasus. Kemudian, kadar penggunaan katil di ICU sesuai kapasitas. Serta kadar vaksinasi bagi populasi yang telah menerima dua dos lengkap mencapai 10 persen.

Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yakoob kepada pers di Kuala Lumpur, Minggu (27/6/2021) mengatakan, peralihan dari fase satu ke fase dua akan mempertimbangkan ketiga indikator tersebut sebelum diputuskan.

“Secara keseluruhan, PPN adalah strategi peralihan keluar dari kemelut pandemik COVID-19, yang meliputi empat fase melibatkan rencana peralihan fase Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) secara bertingkat,” katanya.

Berdasarkan penilaian risiko yang telah dilaksanakan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), pemerintah akan melanjutkan lagi tempo fase satu di seluruh negara atau provinsi seperti yang telah diumumkan perdana menteri.

“Situasi saat ini belum berhasil untuk beralih dari fase satu ke fase dua karena jumlah kasus positif baru harian menunjukkan tren mendatar,” katanya.

BACA JUGA: Seorang Ibu Yang Positif COVID-19 Boleh Susui Bayinya

Ismail mengatakan, sebelumnya waktu operasi kedai makan dan restoran hanya dibenarkan mulai jam 08.00 pagi hingga 20.00 malam.

“Setelah mempertimbangkan permintaan dan pandangan pengusaha kedai makan, sidang kabinet setuju untuk menukar waktu operasi premis yang menjual makanan mulai jam 06.00 pagi hingga 22.00 malam mulai 28 Juni 2021,” tandasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.