Tekan Angka Pengangguran, Masyarakat Banten Diminta Bikin Usaha Mandiri

  • Whatsapp
pengangguran banten

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Rencana hengkangnya tiga pabrik besar di Tangerang dan ketatnya persaingan mencari kerja di industri menjadi momok besar bertambahnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten. Rencana migrasi ketiga industri itu bertepatan dengan penetapan kenaikan Upah Minimun Kota (UMK) dan juga rilis TPT oleh BPS Provinsi Banten yang menyedot perhatian banyak elemen masyarakat.

Kedua masalah ini mempunyai keterkaitan sebab akibat yang erat, sehingga dibutuhkan pemecahan masalah yang komprehensif dari hulu ke hilir. Ditengah kondisi krisis ini, Pemprov Banten masih terus mencoba melakukan lobi ulang ke perusahaan, berharap mereka bisa mengubah pikiran untuk hengkang dari Banten.

Bacaan Lainnya

Akademisi Untirta yang juga dosen di Fakultas Hadi Sutjipto mengatakan, permasalahan pengangguran ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), karena di dalamnya banyak terlibat stackholder lainnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, BPN/ATR dan lain sebagainya yang dikomandoi Gubernur Banten sebagai Kepala Daerah.

“Jika semua stakeholder ini bekerjasama dan satu kesepahaman, progres penurunan TPT akan bisa segera terealisasi,” katanya, Kamis (14/11/2019).

BACA JUGA:

. Para Bacalon Kepala Daerah di Banten Tebar Janji Entaskan Pengangguran

. Eki Baihaqi Prihatin Pengangguran Kabupaten Serang Tertinggi

. Pengangguran Tinggi, Kemiskinan di Banten Justru Turun

Selain itu, fenomena angka TPT dengan kemiskinan yang tidak linear, Hadi melihat ada sebuah gerakan interprener dikalangan masyarakakat bawah. Meskipun upaya untuk memanfaatkan sektor interprener ini sudah dilakukan dengan berbagai upaya, namun gerakan ini belum disuport secara maksimal dan dipandang sebagai peluang besar untuk menekan TPT di Banten.

“Yang harus diperkuat itu pelatihan untuk mampu menjadi wirausaha baru, seperti peternakan dan pertanian. Karena yang selama ini terjadi pengangguran di perkotaan itu basisnya di daerah industri sedangkan kemiskinan basisnya ada di pedesaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi mengaku, sudah melakukan upaya-upaya khusus seperti yang diharapkan Hadi Sutjipto. Alhamidi menilai Pemprov Banten sudah melakukan hal itu sejak beberapa tahun yang lalu melalui lembaga yang dibuat yakni Creativ Center. Melalui lembaga ini pihaknya mampu melahirkan para interprener baru dengan berbagai macam keahlian seperti desain grafis dan kerajinan tangan.

“Kurang lebih 500 orang setiap tahunnya yang lulus dari lembaga ini. Meskipun angkanya tidak signifikan, namun upaya itu sudah kami lakukan. Ke depan nanti akan kami kembangkan lagi lembaga seperti ini untuk mengurangi masyarakat Banten yang akan bekerja di industri,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.