Tawuran Antar kelompok Pelajar Marak di Tangerang, Tangan dan Jari Korbannya Putus

oleh -
Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Deonijiu de Fatima tunjukkan sajam milik pelaku tawuran di Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kepolisian Polres Metro (Polrestro) Tangerang Kota, mengungkap pelaku tawuran antar kelompok masyarakat yang terjadi di sejumlah wilayah. Dalam kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka serius dengan telapak tangan dan jari terputus.

Para pelaku tawuran itu mayoritas pelajar dan sebelum melakukan aksinya, terlebih dahulu mereka pesta minuman keras (Miras).

Kapolrestro Tangerang Kota,  Kombes Deonijiu de Fatima mengatakan, kelompok-kelompok anak muda yang melakukan tawuran memanfaatkan situasi sepi saat pandemi COVID-19 ini.

“Memang melakukan aksi tawuran pada saat lagi hening, lagi santai malam hari. Mereka melakukan aksi dengan tawuran antar kelompok,” jelasnya di Mapolrestro Tangerang Kota, Jumat (27/8/2021).

BACA JUGA: Tawuran di Jatiuwung, Satu Orang Dilaporkan Jadi Korban

Kepolisian sendiri, lanjut Kapolres, menelusuri satu persatu kasus tawuran. Dalam penelusurannya, ditemukan kasus tawuran pada tanggal 11 Agustus 2021 hingga menyebabkan dua orang mengalami luka serius.

BACA JUGA: 10 Pelaku Yang Tewaskan Korbannya di Tawuran Pelajar SMP Ditangkap

“Dari kegiatan saling menyerang ini ada korban dua orang. Satu telapak tangannya dan  satu lagi jarinya putus,” kata dia.

Setelah dilakukan pendalaman, lanjut Kapolres, petugas menangkap pelaku pembacokan tersebut. Dan hingga kini, masih melakukan pengejaran terhadap seorang pelaku lainnya.

Namun, sebelum kasus itu usai, 11 hari kemudian terjadi lagi tawuran antar kelompok. korbannya mengalami luka bacok di kedua tanganya. ” Untuk kasus ini kami sudah mengamankan 5 orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka saat ini sedang diperiksa secara intensif,” kata dia. Adapun barang bukti yang diamankan petugas dari pelaku yang masih dibawah umur tersebut, berupa beberapa senjata tajam.

Pada kasus lainnya, tandas Kapolres, petugas menangkap 6 pemuda pelaku tawuran yang memanfaatkan medsos untuk bertemu di salah satu titik. Mayoritas diantara mereka adalah pelajar. “Tawuran dengan janjian melalui medsos ini memang marak, karena saat pandemi atau sekolah daring, mereka tidak punya kegiatan,” papaf Kapolres.

Akibatnya, para pelajar tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal  9 tahun.  (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.