Tari Kolosal Tradisional Bakal Semarakan Pesona Tanjung Lesung Pandeglang

  • Whatsapp

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kesenian tari kolosal tradisional dijadwalkan akan ikut serta dalam menyemarakan Pesona Tanjung Lesung, yang rencananya digelar bulan depan. Pertunjukan tari kolosal tradisional pada even yang digelar Pemkab Pandeglang itu, juga sebagai upaya pelestarian seni budaya lokal warga setempat, khususnya Kecamatan Menes.

Tantri, salah seorang penata tari kolosal Menes, Pandeglang mengatakan, dalam mempersiapkan pentas seni di acara pesona Tanjung Lesung, pihaknya terus melatih para penari, dengan harapan agar pada saat pentas tidak ada kendala.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami latihan terus untuk persiapan di acara pesona Tanjung Lesung. Selain untuk memeriahkan acara, kami juga ingin melestarikak seni budaya lokal,” ungkap Tantri usai melatih para personil seni kolosal di Alun-alun Menes, Jumat (20/9/2019).

BACA JUGA:

Baru 40 Persen Petani Pandeglang Ikut Asuransi Tani

. Rhino Cross Triathlon Siap Digelar di Tanjung Lesung Pandeglang

Menurutnya, seni budaya lokal saat ini mulai punah. Maka dari itulah, penampilan seni budaya pada acara pesona Tanjung Lesung jadi momen yang tepat untuk melestarikan seni budaya lokal tersebut.

“Dalam seni kolosal ini ada tarian kuda lumping, tari bubu serta tarian lainnya. Tari-tari ini sudah mulai jarang ditampilkan, makanya pesona Tanjung Leaung nanti jadi momen tepat dalam melestarikan seni budaya lokal,” katanya.

Lanjut Tantri, ada sebanyak 120 personil penari yang terhimpun dalam tari kolosal tersebut. Mereka umumnya siswa tingkat SLTA yang ada di Kecamatan Menes. “Yang lebih ditonjolkan nanti adalah tari dengan menggunakan kuda lumping. Karena tari ini unik dan perlu dilestarikan,” tuturnya.

Surya Galung, pengutus padepokan Maung Pande Menes, Pandeglang, menambahkan, pihaknya ikut serta dalam penampilan senin tari kolosal yang akan ditampilkan nanti, karena dia pemilik tari kuda lumping.

Surya juga berharap, nantinya seni budaya lokal tersebut bisa ditampilkan dalam setiap perhelatan acara di Banten, seperti pesona Tanjung Lesung. Selain berharap agar seni budaya terus dilestarikan, dia juga meminta pemerintah memberikan perhatian kepada para pengurus sanggar seni budaya lokal.

“Karena selama ini pengelolaan sanggar seni budaya berdiri sendiri tanpa ada campur tangan pemerintah,” harapnya. (Samsul Fatoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.