Tambang Emas Bayah Banten Gagal Beroperasi Tahun Ini

oleh -
tambang emas bayah
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, eko Palmadi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Proses perizinan perusahaan tambang emas PT Graha Makmur Coalindo (GMC) di Perairan Laut Jawa Selatan tepatnya di Desa Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, sudah selesai lama. Namun hingga kini perusahaan tersebut belum bisa beroperasi lantaran terkendala masalah teknis.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas ESDM Eko Palmadi, Jumat (29/11/2019). Menurut Eko, status perusahaan tersebut sudah masuk operasi produksi. Artinya, jika sudah memasuki tahap ini, proses eksplorasi sudah selesai dan memasuki tahapan selanjutnya.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, tahun ini perusahaan itu akan melakukan uji coba produksi, tetapi selalu gagal. Ada karena ombaknya besar, terus ditunda. Uji coba lagi, gagal lagi karena kapalnya rusak,” katanya.

Padahal, lanjut Eko, saat ini perusahaan GMC akan membuat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) baru. Di RKAB itu nanti rencana kerja ke depan dijelaskan dan akan dilaporkan kepada Dinas ESDM Provinsi Banten. “Kami akan lihat nanti seperti apa RKAB-nya,” katanya.

Investasi perusahaan tanmbang itu mencapai miliaran rupiah dengan kandungan emas sebanyak 28 ton. Jika sudah beroperasi, menurut Eko, Banten akan mendapat pembagian royalti. Adapun rumus besaran royaltinya secara umum adalah jumlah produksi dikali harga pasar emas internasional, kemudian dikali presentasi royalti jenis emas.

Pembagian royaltinya 20 persen pemerintah pusat, 32 persen daerah penghasil, 32 persen kabupaten/kota di Banten yang tidak menghasilkan, 16 persen Pemerintah Provinsi plus ditambah 5 USD per hektarnya.

Setelah melakukan eksplorasi, perusahaan GMC ini menemukan kandungan emas di perairan Bayah seluas 1.900 hektar. Luasan ini yang rencananya akan dijadikan area ekploitasi. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.