Tambah 2.000 Tempat Tidur, RSDC Wisma Atlet Minta 150 Dokter dan 300 Perawat

oleh -
RSDC Wisma Atlet tempat tidur dokter perawat lonjakan pasien antisipasi covid-19
Manajemen RSDC Wisma Atlet Jakarta menambah 2.000 tempat tidur dan mengajukan tambahan 150 dokter dan 300 perawat untuk antisipasi lonjakan psien Covid-19.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Kasus COVID-19 cenderung meningkat. Sebagai upaya antisipasi lonjakan jumlah pasien, Manajemen Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta menambah 2.000 tempat tidur. Manajemen juga mengajukan tambahan sebanyak 150 dokter dan 300 perawat.

“Kami menyiapkan tambahan sekitar 2.000 bed dan sudah bisa digunakan secepatnya,” kata Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen Tugas Ratmono dalam sairan pers di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Menurut Tugas Ratmono, kesiapan untuk menambah kapasitas diputuskan Manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran pada saat menggelar rapat khusus, Minggu (13/6/2021).

“RSDC Wisma Atlet Kemayoran sanggup menampung 7.937 pasien,” kata Mayjen Tugas yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Tugas mengakui penambahan kapasitas tempat tidur di RSDC Wisma Atlet untuk merespons dinamika bertambahnya jumlah pasien dalam beberapa hari bekakangan ini.

BACA JUGA: Wah, Tahanan Kejaksaan Agung di Rutan Salemba Jakarta Positif COVID-19

Sejauh ini sebanyak 4.836 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 masih dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. “Tingkat hunian mencapai 80,68 persen,” ungkap Tugas.

Penambahan kapasitas dilakukan dengan mengoptimalkan setiap unit apartemen/rusunawa di tower 4,5, 6, dan 7. Pihaknya memaksimalkan daya tampung setiap unit menjadi tiga pasien, terutama pasien kategori gejala ringan, dari sebelumnya dua pasien.

Sementara itu, Tower 8 di Pademangan difungsikan untuk isolasi WNI yang baru tiba dari luar negeri. Dengan penambahan kapasitas hingga 7.937 orang, manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga mengajukan tambahan 150 dokter dan 300 perawat.

Dalam konsep penanganan pasien COVID-19 itu, kata Tugas, yakni tracing, testing, dan treating. RSDC di bagian hilir yaitu treating akan menyiapkan semaksimal mungkin untuk merawat pasien.

Adapun tujuannya untuk melindungi masyarakat dari infeksi COVID-19 dan memutus mata rantai penularan. Mayjen Tugas menyatakan manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran sudah beberapa kali menghadapi situasi lonjakan pasien COVID-19, yaitu 5.080 pasien pada tanggal 27 September 2020 dan 5.036 pada tanggal 24 Januari 2021.

“Kami harap tidak ada lonjakan pasien, tapi kami tetap harus menyiapkan diri demi merawat pasien COVID-19 dan ketenangan masyarakat,” tandas Mayjen Tugas.(Ant/Difa)