Tak Punya Rumah, Kakek di Pandeglang 2 Tahun Tinggal di Gubuk

oleh -
Saria mengaku terpaksa tinggal di gubuk bambu lantaran rumahnya roboh dua tahun lalu.

REDAKSI24.COM – Saria (80) warga Kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, sudah dua tahun tinggal di sebuah gubug. Kakek renta tersebut terpaksa harus tinggal di gubug seorang diri, karena tidak memiliki rumah  layak huni. Kondisi yang memprihatinkan itu pun luput dari perhatian pemerintah.

Saria tinggal di sebuah gubug yang tidak jauh dari permukiman warga lain di Kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kakek yang sudah mulai pikun dan sakit-sakitan itu, tinggal di gubug bambu berukuran 2×1,5 meter persegi.

Saat ditanya sudah berapa lama tinggal di gubug, kakek Saria mengaku sudah dua tahun lebih. Alasan kakek tinggal di gubug karena tidak memiliki rumah. Bangunan rumahnya yang dulu ambruk dimakan usia.

“Tidak punya rumah, karena roboh. Makanya tinggal di sini (gubug, red) punya orang lain,” kata Sarian saat ditemui di gubuknya, Minggu (11/8/2019).

BACA JUGA:

. Ubah Pola Tanam, Petani Pandeglang Disarankan Tanam Palawija

. Wah, Kasus Stunting Pandeglang Tertinggi di Banten

. Miris, Keluarga Miskin di Lebak 4 Tahun Tinggal di Tenda Usang

Sementara, Sulastri anak dari kakek Saria mengaku, bapaknya terpaksa tinggal di gubug karena sudah tidak punya tempat tinggal yang layak. Sebab rumah bapaknya yang dulu telah ambruk, akhirnya secara terpaksa menempati saung atau gubug milik tetangganya.

“Dua tahun lalu rumah bapak saya roboh, akhirnya bapak saya tinggal di gubug ini,” tuturnya.

Sebelumnya, lanjut dia, pada 2014 pemerintah desa sudah pernah mengajukan rehabilitasi rumah untuk bapaknya. Namun hingga saat ini belum kunjung direalisasikan.

“Mau diajak tinggal bersama saya, kondisi rumah saya juga memprihatinkan dan sempit. Makanya bapak terpaksa tinggal di sini (gubuk, red),” ujarnya.(Samsul/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.