Tak Masuk Data Pemilih, Ayo Lapor Posko Coklit!

  • Whatsapp
Abhan

JAKARTA, REDAKSI24—Ayo kita lapor ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang telah membentuk posko aduan coklit (pencocokan dan penelitian data pemilih) , ketika ada masalah yang terjadi selama tahapan coklit tersebut.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, di Jakarta, Kamis, menyatakan, posko aduan Coklit sangat penting guna menjamin hak memilih bagi masyarakat atau pemilih untuk pemilihan kepala daerah serentak 2020.

Bacaan Lainnya

“Kami (Bawaslu) di tiap jajaran membentuk posko aduan sebagai sarana pengawasan coklit, termasuk di antaranya menampung pengaduan ketika ada warga yang telah memenuhi syarat memilih tapi tidak atau belum masuk daftar pemilih,”ujarnya.

Menurutnya, posko aduan itu juga bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, namun tidak terdata saat petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menggelar tahapan pencocokan dan penelitian data pemimlih (coklit). “Dengan demikian seandainya ada pemilih tidak terdata, bisa melaporkan ke Posko Coklit Bawaslu,” ucapnya.

BACA JUGA:Bawaslu Temukan Ribuan KTP ASN Dukung Calon Pilkada

Sebelumnya, Bawaslu juga menemukan bukti bahwa kanal gerakan klik serentak (GKS) milik KPU ternyata belum memenuhi kebutuhan pemilih.  Abhan mengatakan kanal GKS KPU yang bisa diakses pada laman dalam jaringan (daring) www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id tersebut tidak bisa diakses secara maksimal.

Hal itu, lanjut dia, lantaran sda sejumlah persoalan yang ditemukan saat pengawasan, antara lain laman menggunakan tata cara yang lebih rumit, dan tak memperbarui data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

BACA JUGA:Bawaslu RI Pastikan Kesiapan Pengawasan Pilkada Cilegon di Masa Pandemi Covid-19

Padahal  laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id ini dibangun  agar masyarakat dapat mengecek secara mandiri apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Kerumitan di lama tersebut tentunya bisa menyulitkan i masyarakat untuk mengetahui informasi mereka sebagai pemilih Pilkada 2020.

Bukan itu saja, Bawaslu menemukan sebanyak 4.134 titik lokasi atau sebesar 75 persen mengalami kendala dan lama dalam mengakses http://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id/, sehingga tidak dapat memastikan apakah pemilih sudah terdaftar atau belum terdaftar. Untuk a 1.351 titik lokasi lainnya atau sebesar 25 persen tidak mengalami kendala.(Boyke/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.