Tak Boleh Ada Pedagang Baru, Pemkot Serang Batasi Pasar Jedogan

  • Whatsapp
pasar jedogan serang
Wali Kota Serang, Syafrudin.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Masyarakat Kota Serang, Banten memiliki tradisi Pasar Jedogan atau Pasar Tumpah yang dilaksanakan di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kota Serang atau biasa disebut Pasar Royal. Di dalamnya diisi dengan para pedagang dari Kota Serang maupun luar Kota Serang.

Pasar Jedogan dari tahun ke tahun biasa ramai diserbu masyarakat Kota Serang, mulai dari H-4 malam takbir pada hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Pasar ini dibuka setiap pukul 17.00 WIB hingga larut malam.

Bacaan Lainnya

Tradisi pasar jedogan pada Idul Fitri kali ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab dengan adanya pandemi virus corona atau covid-19 membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terpaksa membatasi para pedagang dan penjagaan ketat untuk mencegah penyebaran covid-19.

Sebetulnya Pemkot Serang pun tidak ingin adanya pasar jedogan tahun ini dan berharap agar masyarakat di rumah saja. Namun karena Menteri Perdagangan (Mendag) memperbolehkan pasar tradisional beroperasi untuk pertumbuhan ekonomi, pasar jedogkan akhirnya juga diperbolehkan.

“Jadi boleh berjualan asal pedagang lama, tidak ada pedagang baru. Kalau ada pedagang baru akan ditertibkan dan pedagang lama harus menggunakan protokol kesehatan,” kata Wali Kota Serang, Syafrudin kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (19/5/2020).

Selain itu, Pemkot Serang tahun ini juga membatasi tradisi pasar jedogan hingga pukul 23.00 WIB di malam takbiran nanti, “Tradisi pasar jedogan sebetulnya tidak diperbolehkan, namun hanya berjualan seperti biasa,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.