Tak Ada Order, Ribuan Karyawan PT Chingluh di Pasar Kemis di PHK

  • Whatsapp
PT Victory Chingluh
Kawasan PT Victory Chingluh Indonesia

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dampak dari pandemi Covid-19 ribuan karyawan PT Victory Chingluh Indonesia yang berlokasi di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, di PHK. Berdasarkan data dari Disnaker Kabupaten Tangerang sebanyak 4.985 karyawan pabrik sepatu Nike tersebut di PHK lantaran order perusahaan menurun drastis imbas dari virus Corona.

Karyawan PT Chingluh
Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra.

“Data yang kami terima di PT Victory Chingluh Indonesia sudah ada 4.985 yang di PHK,” ungkap Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra, saat ditemui Redaksi24.com, Selasa (27/5/2020).

Bacaan Lainnya

Hendra menjelaskan, sebelum melakukan PHK massal tersebut manajemen PT Victory Chingluh Indonesia sudah konsultasi dengan pihak Disnaker termasuk dengan serikat pekerja.

Kata Hendra, tidak adanya order akibat dampak dari Covid-19 adalah alasan perusahaan mem-PHK ribuan karyawannya. Meski demikian, sambung dia, para karyawan yang terkena PHK tersebut tetap mendapatkan haknya berupa uang pesangon.

“Alasannya karena turunnya order aja Nike itu untuk ekspor dan sejak pandemi ini even-even olahraga internasional juga dihentikan,” kata dia

Hendra melanjutkan, selain PT Victory Chingluh Indonesia, Disnaker mencatat sudah ada 79 perusahaan besar lainnya di Kabupaten Tangerang yang sudah melakukan PHK massal.

Sampai hari ini (Selasa, 27/5/2020) sebanyak 14.189 karyawan dari 79 perusahaan besar di Kabupaten Tangerang sudah kena PHK.

“Perusahaan yang kecil-kecil ada juga yang menyampaikan ke kami, ada 185 perusahaan yang sudah melakukan PHK, rata-rata pabrik alas kaki/sepatu, ada juga pabrik furniture dan pabrik keramik
” tuturnya

Hendra menambahkan, untuk menanggulangi gelombang PHK besar besaran ini Disnaker Kabupaten Tangerang tengah menghimbau kepada perusahaan-perusahaan agar tidak mudah melakukan PHK.

Menurutnya, masih ada opsi lain yang bisa ditempuh semisal dengan mengurangi jam operasional pabrik dan meniadakan lemburan bagi karyawan.

“Semaksimal mungkin itu yang kita sampaikan ke perusahaan dan kalaupun harus melakukan PHK perusahaan harus mengedapankan hak-hak para pekerja,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.