Tahun Ini, Ratusan Calon Kepsek di Banten Bakal Dapat Kursi

oleh -
Calon Kepsek di Banten
Ilustrasi- Seorang Guru memberikan bimbingan kepada siswa SMA dalam kegiatan belajar mengajar.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten ,Taqwim mengatakan, penempatan Calon Kepala Sekolah (Kepsek) yang sudah lulus Diklat tahun lalu, baru akan dilakukan pada tahun ini. Itupun dengan mempertimbangkan asas kebutuhan dan urgensitas.

“Sebelum melakukan penempatan tugas ke SMA/SMK dan SKh yang membutuhkan, kami akan konsultasikan dulu. Tapi yang jelas akan kami lakukan tahun ini, karena anggarannya juga sudah dialokasikan,” jelasnya.

Penjelasan Taqwin menyusul adanya kritikan dari sejumlah kalangan yang menyebut, ditengah gencarnya Pemprov Banten membangun USB, banyak SMA/SMK yang mengalami kekosongan kepemimpinan alias tidak mempunyai Kepsek. Di beberapa daerah, seperi Lebak, ada sekitar empat sekolah yang masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepsek. Kondisi sama juga terjadi di beberapa daerah lainnya.

“Satu Kepsek bisa merangkap jabatan di dua sampai tiga sekolah. Ditengah kekosongan itu yang seharusnya dipikirkan gubernur adalah mengisinya, bukan malah membangun USB,” kritik Ketua Maha Bidik Indonesia (MBI), Ojat Sudrajat.

Jika nanti pembangunan USB rampung, menurut Ojat, dari mana dan siapa SDM yang akan mengisinya. Sementara masih banyak Kepsek yang merangkap jabatan. Kondisi itu, menurut Ojat, penting dipersiapkan agar pembangunan pendidikan yang dilakukan Pemprov Banten mempunyai arah yang jelas, terencana dan mesyarakat Banten mendapatkan asas manfaatnya.

Ojat mengungkapkan, pada tahun lalu, Pemprov Banten sudah melakukan empat kali Diklat bagi calon Kepsek. Jika ditotal dari setiap angkatan berjumlah 30 orang, ada sekitar 120 guru yang telah dinyatakan lulus mengikuti Diklat calon Kepsek. Namun sampai sekarang belum ada yang ditempatkan.

BACA JUGA:

. Dindikbud Banten Dapat Alokasi Anggaran Paling Besar

. Penghentian Open Bidding Dindikbud Banten Dinilai Janggal

. Kinerjanya Payah, Gubernur Bakal Rombak Pejabat Dindikbud Banten

Diketahui, pada tahun ini, Pemprov Banten menargetkan pembangunan sebanyak 33 Unit Sekolah Baru (USB) dengan anggaran sekitar Rp90 miliar. Pembangunan itu dilakukan guna memenuhi tuntutan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan sistem zonasi.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku. untuk memudahkan masyarakat dalam mendapat akses pendidikan yang terjangkau, diperlukan USB yang dekat dan terjangkau. Hal itu penting dilakukan agar tidak lagi terjadi polemik siswa yang tidak diterima masuk sekolah lantaran di luar zonasi yang telah ditetapkan.

“Tuntutan sistem zonasi ini salah satunya yakni akses keterjangkauan sekolah. Untuk itu saya targetkan setiap kecamatan mempunyai dua sekolah negeri SMA/SMK,” kata WH saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi Hasil Pelaksanaan RKPD dan APBN Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2019 di Aula Bappeda Kabupaten Tangerang, Kamis (16/01/2020).

WH menilai, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. WH mengakui perkembangan di bidang pendidikan tahun sebelumnya agak lambat, karena banyaknya pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan yang diberikan ke Pemprov Banten setelah ada peralihan kewenangan dari Kab/Kota.

“Masalahnya banyak. Seperti lahan dan guru yang belum terselesaikan. Namun dari sekian masalah itu, Pemprov Banten memilih untuk terlebih dulu menyelesaikan infrastruktur pendidikan,” ujarnya.(Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.