Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Tangsel Tetap Terapkan Belajar Dari Rumah

  • Whatsapp
Sekolah di Tangsel
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Aktivitas pembelajaran sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun ajaran pendidikan baru 2020-2021 akan dilaksanakan secara online dari rumah. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono. Ia mengatakan, untuk aktivitas ajaran baru akan dimulai sesuai kalender pendidikan pada 13 Juli 2020.

Bacaan Lainnya

“Apakah mau masuk secara fisik dan tatap muka belajar dari rumah tergantung suasana Covid-19 nanti. Tetapi, Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menegaskan bahwa yang sekolah tatap muka adalah yang sudah zona hijau. Sedangkan Tangsel masih zona merah, jadi masih belajar dari rumah,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Taryono menambahkan, keputusan melanjutkan belajar dari rumah tersebut sudah mendapat persetujuan dari Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany

“Kita mah ngikut aja, arahan Bu Wali juga demikian. Kalau aturan pendidikan itu mengikuti dari ketentuan pusat,” tambahnya.

Menurutnya, ada tiga syarat bagi sekolah baik tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat membuka aktivitas belajar tatap muka normal. Yakni, harus berada di zona hijau, sekolah dapat memastikan keamanan dari Covid-19 dengan menyiapkan segala protokol kesehatan Covid-19 seperti hand sanitizer, masker, dan lainnya. Serta, harus mendapat persetujuan dari orangtua atau wali murid.

“Kalau sekolah sudah menyatakan aman, tetapi orangtua tetap melarang karena masih khawatir. Anak orang tua itu, harus diperbolehkan untuk belajar dari rumah dan harus disetujui oleh pihak sekolah. Jadi, penentunya orangtua,” pungkasnya.

Taryono mengakui, selalu ada positif dan negatif dari penerapan sistem belajar dari rumah secara online. Sisi positifnya, ada inovasi yang dilakukan oleh guru dalam melakukan pembelajaran secara jarak jauh. Sedangkan kendalanya, lebih kepada kesiapan sarana baik itu siswa atau pun para gurunya.

“Kondisi rumah juga menentukan keberhasilan sistem belajar dari rumah secara online, karena kondisi di setiap rumah tidak sama. Faktor utamanya adalah dukungan orang tua. Baik infrastrukturnya, hubungannya dan kesiapan orang tua mendampingi anaknya. Tetapi di Tangsel alhamdulillah berjalan lancar, meskipun memang ada kendala dialami sejumlah sekolah terutama sekolah negeri. Terutama soal infrastruktur pembelajarannya,” tutupnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.