Tahun 2021, Ekspor di Kabupaten Tangerang Capai Rp22 Triliun

oleh -
Tahun 2021, Ekspor di Kabupaten Tangerang Capai Rp22 Triliun disperindag PPKM stabil
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengatakan, tercatat saat ini, nilai ekspor pada tahun 2021 mencapai Rp22 triliun.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), trend ekspor di Kabupaten Tangerang cenderung stabil. Hal tersebut berdasarkan informasi yang bersumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang.

Adapun komoditi terbesar dalam kegiatan ekspor saat ini yaitu alas kaki, makanan olahan, tekstil dan produk tekstil, barang plastik dan gula. Beberapa komoditas lainnya juga tetap berjalan lancar selama masa pandemi.

Diketahui saat ini Cina, Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, Korea, Thailand, Australia, Malaysia, Filipina dan India, menjadi daftar negara tujuan ekspor terbesar pada tahun 2021.

Sedangkan PT Mayora Indah Tbk, PT KMK Global Sport, PT Victory Chingluh Indonesia, PT Adis Dimension Footwear, PT Ching Luh Indonesia, PT Tuntex Garment Indonesia, PT Astari Niagara Internasional, PT Tung Mung Textile Bintan, PT Torabika Eka Semesta dan PT Bumi Pangan Utama merupakan perusahaan besar di Kabupaten Tangerang dalam kegiatan ekspor tahun ini.

BACA JUGA: Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang Diklaim Menurun

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengatakan, tercatat saat ini, nilai ekspor pada tahun 2021 mencapai Rp22 triliun.

Tetapi angka tersebut tidak merepresentasikan secara keseluruhan data ekspor di Kabupaten Tangerang, dikarenakan tidak semua perusahaan melapor.

“Perusahaan ekspor yang terdata di Kabupaten Tangerang, merupakan perusahaan yang memang melapor,” jelasnya.

Diketahui, pada tahun sebelumnya kegiatan ekspor di Kabupaten Tangerang sempat mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan banyak usaha yang terdampak dengan adanya pandemi saat ini serta adanya pembatasan yang dilakukan beberapa negara.

“Khusus ekspor, hal ini sangat terpengaruh pada buyer di luar negeri. Pada akhir tahun lalu beberapa negara melakukan pembatasan kegiatan ekspor impor, dan hal ini berdampak bagi produk yang akan diekspor, khususnya tahun 2020,” ujar Iskandar.

Ia juga menjelaskan karena banyaknya pembatasan di luar negeri pada pandemi di awal tahun sehingga terjadinya penurunan, namun pada pertengahan hingga akhir tahun, karena kegiatan pembatasan sudah lebih longgar, maka ekspor bisa lebih baik.

“Jumlah penurunan ekspor tercatat menurun karena para eksportir tidak bisa mengirim barang ke negara tujuan. Misalnya seperti ekspor ke Cina terhambat karena terjadi penutupan akses, namun di bulan Desember tahun 2020 ekspor mampu tumbuh kembali dengan tren positif pada kuartal keempat,” jelasnya.

Iskandar Nordat berharap, pandemi dapat segera berakhir sehingga ekspor dari Kabupaten Tangerang dapat kembali tumbuh secara stabil, tidak ada penurunan dan mengalami kenaikan setiap tahunnya, dan komoditas lainnya dapat ikut serta dalam kegiatan ekspor ini.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.