Tahapan Pilkada Pandeglang Berlanjut, Jajaran KPU Jalani Rapid Test, Bawaslu Tidak

  • Whatsapp
rapid test pandeglang
Para petugas KPU antre di RSUD Bekrah Pandeglang untuk menjalani rapid test covid-19 menjelang lanjutan tahapan Pilkada Pandeglang 2020.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menjelang dimulainya kembali tahapan Pilkada serentak 2020, seluruh jajaran KPU Pandeglang, hingga petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) wajib menjalani rapid tes covid-19. Namun rapid tes covid-19 rupanya tidak berlaku pada jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang.

Buktinya, hingga kini belum ada tanda-tanda jajaran wasit Pilkada tersebut bakal menjalani rapid test. Padahal Bawaslu sudah mulai kembali menjalankan tugas pengawasan tahapan Pilkada yang dilaksanakan KPU Pandelang sejak 28 Juni lalu.

Bacaan Lainnya

Diketahui, rapid test untuk memastikan para petugas penyelenggara pemilu tidak terpapar covid-19. Terlebih menjelang pelaksanaan verifikasi faktual (Verfak) terhadap dukungan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang dari jalur perseorangan pada Pilkada Pandeglang 2020.

Seorang Komisioner Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Karsono mengatakan, salah satu bentuk pengawasannya adalah penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Verfak yang dilakukan KPU Pandeglang.

Karena, kata dia, penerapan protokol kesehatan menjadi kewajiban petugas KPU dalam menjalani tahapan Pilkada selama masa pandemi covid-19. Jadi, kata dia, pengawasan yang dilakukan Bawaslu tidak hanya pada pelaksanaan tahapan Pemilu, tapi juga mengawasi hal-hal teknis pelaksana tahapan sesuai standar protokol kesehatan covid-19.

BACA JUGA: Jelang Tahapan Pilkada, Penyelenggara Pemilu di Pandeglang Jalani Rapid Test

Dikatakan Karsono, jika di lapangan ditemukan petugas Verfak yang tidak menerapkan protokol kesehatan, pihaknya akan memberikan rekomendasi agar petugas Verfak melaksanakannya. “Iya itu bagian dari objek pengawasan kami. Termasuk KPU juga jarus rapid test,” katanya, Senin (29/6/2020).

Saat ditanya apakah sejauh ini sudah ada temuan yang didapat Bawaslu terkait hasil rapid test yang diikuti semua jajaran KPU Pandeglang? Karsono mengaku belum bisa mendapatkan hasilnya.

“Jika ada hasil rapid test yang reaktif, itu tidak boleh jadi tim verifikator tahapan Pilkada. Nantinya dilakukan penanganan lebih lanjut, seperti isolasi mandiri,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dari jajaran Bawaslu Pandeglang juga akan menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum melaksanakan pengawasan, Karsono kembali mengaku tidak ada rapid test bagi jajarannya.

“Hanya menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Dalam menjalankan pengawasan sesuai protokol kesehatan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Usai Dinonaktifkan, Bawaslu Pandeglang Bakal Evaluasi Semua Panwascam

Sementara, Ketua KPU Pandeglang  Ahmad Sujai, mengakui rapid test untuk memastikan ada atau tidaknya petugasnya yang terpapar covid-19 atau tidak. Seharusnya, menurut dia, Bawalsu juga menjalani rapid test untuk memastikan kesehatan para petugas pengawasnya.

“Rapid test itu untuk memastikan kesehatan petugas,  apakah ada yang terpapar covid-19 atau tidak. Harusnya Bawalsu juga (rapid test), untuk mendeteksi secara dini,” tuturnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.