Tagih Aset ke Pemkab Serang, DPRD Kota Serang Bakal Bentuk Pansus

  • Whatsapp
aset Pemkot Serang
Wakil Ketua III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Serang, Hasan Basri mendukung Pemkab Serang mempruoritaskan pembangunan Puspemkab.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – DPRD Kota Serang, Banten tengah menggagas  Panitia Khusus (Pansus) asset untuk menyelesaikan masalah aset dengan Pemerintah Kabupaten Serang yang hingga kini tak kunjung selesai.

Wakil Ketua III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Serang Hasan Basri mengatakan, pada tahun 2020 pihaknya akan membentuk Pansus aset dan mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk ikut menyelesaikan masalah aset antara Pemkot Serang dan Pemkab Serang.

Bacaan Lainnya

“Karena sejak pembentukan Kota Serang, masalah asset belum selesai. Harusnya 5 tahun sudah diserahkan, tapi masih banyak yang belum diserahkan. Kami akan mendorong Pemprov Banten untuk memberikan dana lebih besar supaya Pemkab Serang segera punya pusat pemerintahan, sehingga aset di Kota Serang bisa segera diserahkan ke Kota Serang,” kata Hasan Basri di ruangannya Fraksi PKS DPRD Kota Serang, Jum’at (22/11/2019).

BACA JUGA:

. Wali Kota Serang Berharap Masalah Aset Rampung pada 2023

. Serah Terima Aset Kabupaten dan Kota Tangerang Belum Jelas

. Pemkab Serang Diguyur Bantuan Keuangan Rp80 Miliar

Menyoal Pemkab Serang yang mendapat kucuran batuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Banten sebesar Rp80 miliar, Hasan Basri menuyatakan dukungan kepada Pemkab Serang untuk memprioritaskan pembangunan Puspemkabnya yang telah lama terkatung-katung.

“Kami mendukung Pemkab Serang memprioritaskan pembangunan Puspemkab dengan menggunakan Bankeu. Agar kami juga terbantu. Kerena sejak 2007 masih banyak kantor OPD Kota Serang yang ngontrak, dan pusat pemerintahan Kota Serang juga belum maksimal,” imbuhnya.

Hasan Basri kembali mengingatkan Pemkab Serang untuk segera menyerahkan asset karena merupakan amanat undang-undang. Sejauh ini, kata dia, pihaknya kerap berkomunikasi dengan Pemkab Serang untuk mencari menyelesaikan masalah asset tersebut.

“Hanya progresnya belum menentu. Karena itu kami akan bentuk Pansus asset, agar intens membahas penyelesaian aset,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.