Sistem Pemeriksaan PCR di RS Darmais Salah, Pasien Kanker Dinyatakan Positif Covid-19

  • Whatsapp
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona virus disease atau Covid-19 di Kota Cilegon mencatat adanya kesalahan data yang diterima terkait Pasien Ke-6 yang dikabarkan telah Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Diketahui, hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan kepada pasien dengan inisial ER (33) berjenis kelamin perempuan dan warga lingkungan Cimerak, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon dinyatakan Negatif Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Informasi pertama yang diterima oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon pada tanggal 29 Mei 2020 pukul 18.00 WIB saudari ER dinyatakan positif setelah melakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) di Rumah Sakit Darmais Jakarta,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade, Minggu (31/5/2020).

Kemudian, lanjutnya, pada pukul 21.48 WIB pihak RS Darmais Jakarta menyampaikan revisi hasil pemeriksaan PCR saudari ER kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, bahwa telah terjadi kesalahan pada system hasil pemeriksaan PCR.

“Pihak RS Darmais menyatakan bahwa saudari ER negatif Covid-19,” tegasnya.

Namun, sebelumnya, kata Aziz, saudari ER sudah di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. “Kemarin ini telah kembali ke rumahnya untuk melakukan perawatan rutin kanker payudara yang diidapnya ke RS Darmais Jakarta,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi PKS, Qoidatul Sitta mengatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon hanya menyampaikan informasi yang diterima. Pasalnya, kesalahan hasil dalam pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan tanggungjawab Rumah Sakit Darmais Jakarta.

“Itukan kesalahan system di RS Darmais, untungnya pihak keluarga tidak menuntut ke Rumah Sakit,” katanya.

Ia juga mengatakan, seharusnya pihak rumah sakit lebih detail dan teliti terkait hasil pemeriksaan tersebut. “Karena jika salah dalam mendiagnosa, bisa menjadi polemik di masyarakat,” tegasnya. (Firasat/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.