Survei RDI, 4 Nama Menguat, Eki Ungguli Tatu di Pilkada Kabupaten Serang

oleh -
survei pilkada serang
RDI merilis hasil survei yang memunculkan empat nama kuat untuk berlaga pada Pilkada Kabupaten Serang 2020.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Berdasarkan survey yang dilakukan Rilis Data Indonesia (RDI), terdapat empat nama yang potensial maju dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020. Keempat nama itu masing-masing Ratu Tatu Chasanah yang juga petahana Bupati Serang, Masduki, Najib Hamas serta Eki Baihaqi.

Dari empat nama yang potensial itu, Eki Baihaqi sementara unggul dari tingkat popularitas. Sementara tokoh yang lainnya potensial untuk meningkatkan popularitasnya. Sedangkan elektabilitas kandidat pilihan bupati terjadi secara spontan atau terbuka dengan nama bervariatif.

‚ÄúDikerucutkan ada 4 nama, yaitu Eki Baihaki 34,4, Tatu Chasanah 21,4, Ida Rosida 19,6, Wahyu Papat 6,4.,” kata Wakil Ketua Rilis Data Indonesia (RDI), Surya Anom kepada wartawan dalam pers rilis di salah satu rumah makan di Kota Serang, Banten, Kamis (20/2/2020).

RDI lembaga yang terdiri dari komponen akademisi (multidisiplin) ilmu yang didirikan dengan tujuan bank data untuk memberikan masukan terkait kebijakan dan keputusan yang dapat digunakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten atau kota.

“Survei RDI mengenai Pilkada Kabupaten Serang karena momentumnya yang baik dan kewilayahan survey bisa dijangkau dengan mudah,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. Pengamat Dorong Akademisi Maju pada Pilkada Kabupaten Serang 2020

. KPU Kabupaten Serang Targetkan 80% Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

. Genjot Partisipasi Pemilih, KPU Gandeng Berbagai Instansi di Kabupaten Serang

Surya Anom mengungkapkan, data responden ada 500 orang terdiri dari 58,4 persen laki-laki dan 41,6 persen perempuan dari latar belakang pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. “Responden merata dari 29 kecamatan dan 326 desa di Kabupaten Serang, quesioner diberikan satu tiap desa dipilih secara random, kecuali desa yang padat diberikan 2 quesioner,” sambungnya.

Adapun pendanaan, sambung Surya Anom, dalam kegiatan survey kali ini menggunakan system swadaya dan sukarelawan atau mahasiswa yang turun ke lapangan. “Ini merupakan survey awal dan tentu saja bisa berubah, namun survey ini dapat dijadikan catatan penting bagi para pihak menjelang Pilkada untuk melihat peluang dan tantangan,” jelasnya.

Meski saat ini belum ada pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati serta belum terbentuk koalisi Parpol pengusung, namun, menurut dia, pihaknya melihat nama-nama yang potensial dengan angka popularitas tinggi.

“Survey ini secara ril dilakukan dengan menggunakan metode stratified systemic random sampling dengan margin of error 4,38 persen,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.