Survei Elektabilitas Pilgub Terpidana Korupsi Ungguli Petahana

  • Whatsapp
Ahmad Aprianto-Diaspora-Research-Strategyt

BENGKULU, REDAKSI24.COM—Diaspora Research Strategy (DRS) merilis hasil survei tingkat elektabilitas (keterpilihan)  dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Bengkulu 2020 dimana mantan terpidana kasus korupsi Agusrin Maryono Najmudin mengungguli  figur-figur lain, termasuk petahana.

Jajak pendapat yang dilakukan DRS pada 16-20 Juli 2020, persentase keterpilihan Agusrin mencapai 28,3 persen. Agusrin juga pernah menjabat Gubernur Bengkulu 2005-2010, dan di masa bertugas dia tersandung kasus dugaan korupsi.

Bacaan Lainnya

Survei tersebut melibatkan 700 responden yang dipilih secara acak bertingkat dengan margin of error 3,75 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Peneliti DRS, Ahmad Aprianto, dalam konferensi pers di Bengkulu, Minggu (26/07), menyebutkan, persentase elektabilitas Agusrin tersebut mengungguli elektabilitas Gubernur Bengkulu saat ini, Rohidin Mersyah, dan Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, yang disebut-sebut bakal maju dalam Pilkada Provinsi Bengkulu 2020.

“Jika Pilgub Bengkulu dilaksanakan hari ini, maka Agusrin mendapat dukungan 28,3 persen, Rohidin Mersyah 18,1 persen dan Helmi Hasan 16,0 persen,”ungkap Ahmad Aprianto.

BACA JUGA:Pengadilan Tipikor Vonis Adik Mantan Gubernur Banten 4 Tahun Penjara

Menurut Aprianto,   elektabilitas Agusrin  melonjak  12,1 persen dibandingkan hasil survei yang dilakukan Maret lalu,  yakni 16,2 persen.

Selain itu, persentase elektabilitas Helmi Hasan yang merupakan adik kandung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, juga mengalami kenaikan sebesar 8,2 persen dari Maret lalu yang menjadi16 persen.

Dijelaskan, peningkatan persentase elektabilitas Agusrin dan Helmi dipengaruhi oleh kerja politik keduanya yang begitu massif dalam melakukan sosialisasi dalam  beberapa bulan terakhir. “Tren kenaikan elektabilitas Agusrin boleh dikata  fenomenal karena berhasil mengungguli inkumben serta terjadi sebelum pendaftaran dan penetapan bakal calon,” tuturnya.

Namun sebaliknya,  lanjut  Ahmad Aprianto, persentase elektabilitas petahana, Rohidin Mersyah, merosot 2,5 persen dibandingkan survei ada Maret lalu sebesar 20,6 persen.

Kata dia, penurunan elektabilitas Rohidin tersebut dipengaruhi tingkat kepuasan masyarakat atas kinerjanya sebagai Gubernur Bengkulu yang menurun dari 47,2 persen menjadi 45,8 persen dengan tingkat ketidakpuasan mencapai 36,7 persen.

“Kemungkinannya  krisis pandemic COVID-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat Bengkulu yang disinyalir menjadi salah satu penyebabnya,” paparnya.(Carminanda/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.