Sungai Ciujung Lebak Tercemar, Warga Mulai Gatal-Gatal

  • Whatsapp
Sungai Tercemar
Kondisi Sungai Ciujung Lebak

LEBAK, REDAKSI24.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciujung agar tidak menggunakan air Sungai Ciujung, baik untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) maupun lainnya. Karena kondisi air Sungai Ciujung sudah melebihi baku mutu, sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Kepala DLH Lebak, Nana Sunjana mengatakan, Sungai Ciujung yang tercemar akibat limbah domestik dan industri, berpotensi mengancam kesehatan. Untuk itu, kata dia, jangan digunakan mandi, apalagi dikonsumsi.

Bacaan Lainnya

“Air Sungai yang sudah melebihi baku mutu dapat mengancam kesehatan dan bisa menimbulkan penyakit kulit serta gatal-gatal,” kata Nana Sunjana, kepada Redaksi24.com, Rabu (9/10/2019k .

Ia menuturkan, pencemaran Sungai Ciujung terjadi akibat limbah atau sampah domestik dari UKM seperti pabrik tempe dan tahu serta pengolahan karet milik warga. “Kalau perusahaan besar atau rumah sakit sudah mempunyai ipal pengolahan limbah cair, sehingga sebelum dibuang ke sungai di filter terlebih dahulu,” katanya.

Nana mengaku, pihaknya selalu melakukan interpensi baik kepada perusahaan besar atau kepada industri rumahan terkait limbah yang dihasilkan. ” Yang susah adalah limbah domestik atau limbah dari masyarakat yang tidak bisa kita interpensi dan ini merupakan masalah nasional bukan hanya persoalan kita,” ujar Nana.

BACA JUGA:

Soal Pencemaran Sungai Ciujung, Pemprov Banten Ngaku tak Punya Solusi

Lebak Optimis Bisa Bebas dari Merkuri

Pendi salah seorang warga Kecamatan Rangkasbitung yang setiap hari menggunakan air sungai mengaku, sekujur tubuhnya mengalami gatal gatal karena mandi menggunakan air Sungai Ciujung yang dulunya menjadi kebanggaan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan minum.

Senada pula dengan Entis, warga Kampung Kaum Lebak, kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak. Ia mengatakan, dengan kekeruhan air Sungai Ciujung warga tidak lagi bisa memanfaatkanya dengan baik. “Jangankan untuk dikonsumsi, untuk mencuci saja sekarang takut terkena penyakit,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.