Sungai Cirarap Kabupaten Tangerang Tercemar Hingga Berganti Nama Kali Bau

  • Whatsapp
Sungai Cirarap

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Sungai Cirarap yang melintasi wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang sejak puluhan tahun lalu tercemar. Selain airnya berwarna hitam dan berbusa juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Akibatnya sebutan nama Sungai Cirarap mulai sirna dan lebih dikenal dengan sebutan Kali Bau oleh warga yang tinggal di daerah alirah sungai (DAS). Seperti yang terjadi di Kawasan Cilongok, Desa Sukadiri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

Mayoritas diantara mereka menyebut aliran air itu dengan Kali Bau. Pasalnya, selain aliran sungai tersebut berbau menyengat dan berwarna hitam pekat, tumpukan sampah yang berserakan di sisi kiri dan kanan jembatan juga mewarnai aliran sungai.

Bahkan, sebelum dinormalisasi oleh Pemkab Tangerang sejak tiga bulan lalu, sungai dengan panjang puluhan kilo meter tersebut mengalami pendangkalan akibat banyaknya sampah rumah tangga dan industri yang dibuang ke Kali Bau. 

BACA JUGA: Di Kabupaten Tangerang Limbah Industri Dikelola Warga Secara Serampangan (1)

“Sudah lama begini, airnya bau, makanya disebut Kali Bau. Baru sekarang mulai dinormalisasi dulu lebih parah lagi kondisinya,” ungkap Didi (50), warga sekitar kepada Redaksi24.com, Senin (8/12/2020).

Menurut Didi, airnya yang berbau menyengat dan berwarna hitam disebabkan oleh pencemaran limbah pabrik, mengingat di wilayah Kecamatan Pasar Kemis merupakan daerah padat industri. Meski begitu, sejak pemerintah daerah mulai melakukan penataan, perlahan warga sekitar sudah mau beraktifitas di sekitar bantaran Kali Bau. 

“Sekarang sudah mulai ada ikannya, sudah mulai ada yang mancing. Baru tiga bulanan ini warga ada yang mau kesini (Kali Bau). Sejak puluhan tahun baru dinormalisasi, saya harap bisa terus dilakukan penataan jangan setengah-setengah,” serunya.

BACA JUGA: Polisi Duga Limbah Berasal dari Pabrik di sekitar Pesantren

Sementara, berdasarkan pantauan Redaksi24.com di lokasi, di sepanjang bantaran kali Bau kini sudah dibangun Turap guna mencegah terjadinya longsor. Kerukan tanah lumpur bercampur sampah rumah tangga dan industri juga masih terlihat menggunung di sepanjang bantaran Kali. 

Kendati begitu, meski sudah dilakukan normalisasi warna air pada Kali Bau masih nampak hitam dengan aroma bau busuk yang masih menyengat. Sehingga air kali Bau belum bisa dimanfaatkan sebagai sarana irigasi maupun sebagai sumber air bersih. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.