Sumur Warga Diduga Tercemar Limbah PT Mayora, DLHK Turunkan Tim

oleh -
Sumur Sumur Warga Diduga Tercemar Limbah PT Mayora, DLHK Turunkan Tim kabupaten tangerang
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik belum bisa memastikan apakah limbah yang mencemari sumur air tanah warga itu, berasal dari PT Mayora Indah Jayanti, pabrik yang memproduksi makanan di kawasan itu atau bukan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Banten, menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah dari salah satu perusahaan di Jalan Raya Serang-Balaraja, Kecamatan Jayanti.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik belum bisa memastikan apakah limbah yang mencemari sumur air tanah warga tersebut, berasal dari PT Mayora Indah Jayanti, pabrik yang memproduksi makanan di kawasan itu atau bukan.

“Kami akan cek ke lapangan dulu, apakah ini teknis atau ada non teknisnya,” ungkap Achmad Taufik saat dikonfirmasi Redaksi24.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (2/10/2021).

Sementara itu, Ketua Umum LSM Gerhana Indonesia, Inuar Epindi menyebut, pencemaran lingkungan akibat limbah yang diduga berasal dari PT Mayora Indah Jayanti telah merugikan warga. Limbah telah menimbulkan bau tak sedap dan mencemari sumber air warga.

“Kami meminta penegak Hukum untuk menindak PT Mayora yang membuang limbah sembarangan dan mencemari lingkungan,” ungkap Epindi, Sabtu (2/10/2021).

BACA JUGA: Limbah PT Mayora Diduga Cemari Sumur Warga Jayanti

Menurut pria yang sering disapa Gumay ini, PT Mayora telah melanggar pasal 98 ayat (1) Undang-Undang PPLH tahun 2009, dimana setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

“Bila DLHK tidak bertindak, kami yang akan menindak perusahaan yang telah mencemari lingkungan warga. Kami juga akan bersurat kepada instansi atau lembaga yang menangani lingkungan hidup,” tegas Gumay.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.