Suksesnya Program New Normal, Bukan karena Banyaknya Aparat yang Berjaga

  • Whatsapp
Politisi Partai Golkar, Adies Kadir.-(ist).

JAKARTA, REDAKSI24.COM,- Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir menyatakan, dalam perspektif keamanan, peran Polri dan TNI dalam pelaksanaan new normal, tidak lebih dari upaya menjaga keamanan, sekaligus mengawasi dan mendorong semua pihak untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Suksesnya program new normal, bukan karena banyaknya aparat yang berjaga, bukan pula karena banyaknya aturan yang ada. Akan tetapi karena kita semua sadar betapa berharganya kesehatan kita,” ujar politisi Partai Golkar itu, di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, di era keterbukaan informasi, masyarakat dapat melihat secara terbuka pelaksanaan disiplin oleh TNI-Polri, sehingga dapat turut mengontrol agar tetap dalam koridor persuasif dan profesional.

Sedangkan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid mengatakan, bahwa pelibatan TNI dan Polri dalam penerapan kebijakan tatanan normal baru, tidak berarti bahwa supremasi sipil tergantikan oleh militer. Puncak kepemimpinan penerapan kebijakan tatanan normal baru, tetap berada di tangan Pemerintah sipil.

“Posisi TNI dalam hal penerapan tatanan normal baru hanyalah membantu Pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Sedangkan Polri, menegakkan disiplin kepatuhan terhadap protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Meutya.

Dia mengungkapkan, TNI pada dasarnya sudah dilibatkan bahkan jauh sebelum rencana penerapan tatanan normal baru.

“TNI sudah dilibatkan sejak awal-awal merebaknya pandemi Covid-19, yakni dalam evakuasi pelajar Indonesia yang terjebak lockdown di Kota Wuhan, Tiongkok, serta dalam distribusi alkes ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Meutya.

Secara konstitusi, lanjut legislator dapil Sumatera Utara I itu, pelibatan TNI dalam new normal juga sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku, seperti termaktub dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 pasal 7 ayat 2 (b) terkait tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).

“Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan soal pelibatan TNI. Karena, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang melibatkan militernya dalam penanganan wabah Covid-19. Negara-negara barat yang demokratis seperti Inggris dan Italia juga melibatkan militernya dalam penanganan pandemi Covid-19,” katanya. (Gan/Ejp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.