Sudah Sepekan Ribuan Warga di 4  Desa di Kecamatan Teluknaga Digenangi Luapan Air Anak Sungai Cisadane

oleh -
Sudah Sepekan Ribuan Warga di 4  Desa di Kecamatan Teluknaga Digenangi Luapan Air Anak Sungai Cisadane

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Sudah hampir seminggu warga di sepanjang aliran anak sungai Cisadane tepatnya di 4 Desa Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang digenangi air luapan sungai tersebut. Ketinggian air di 4 desa tersebut seperti Desa Kampung Melayu barat, Desa Panngkalan, Desa Lemo dan Desa Muara tersebut bermacam-macam tergantung dari tinggi rendahnya permukaan tanah.

Seperti yang diungkapkan  Eva (40) warga Kampung Kalijaya, Desa Kampung Melayu Barat. Menurut Eva rumahnya sudah satu pekan terendam banjir akibat meluapnya Anak Sungai Cisadane. Selain menggenangi jalan, luapan air anak sungai cisadane juga masuk hingga halaman rumahnya

“Jika turun hujan air bisa masuk ke rumah hingga mencapai ketinggian 30 cm,” ujarnya.

BACA JUGA: Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Teluknaga Minta BPN Berikan Kejelasan Status Lahan Miliknya 

Eva berharap pemerintah tidak terus membiarkan kondisi ini. Jika terus dibiarkan dirinya khawatir akan menyebabkan penyakit yang menular untuk masyarakat setempat.

BACA JUGA: Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane, Ketua DPRD Kota Tangerang Minta Komisi IV dan DLH Agendakan Sidak

“Harapannya agar pemerintah bisa segera turun tangan mengatasi banjir ini. Karena selain mengganggu, juga khawatir ada penyakit, mana saat ini lagi masa pandemi, ” kata nya. 

Sudah Sepekan Ribuan Warga di 4  Desa di Kecamatan Teluknaga Digenangi Luapan Air Anak Sungai Cisadane

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono membenarkan adanya warga yang terendam banjir akibat luapan air Anak Sungai Cisadane. menurut Subur hal tersebut telah menjadi permasalahan klasik yang harus dihadapi setiap tahunnya khususnya saat musim penghujan datang.

Menurut Subur selain di desanya yang paling parah banjir tersebut terjadi di Desa Lemo yang kondisi tanahnya lebih rendah. 

BACA JUGA: Pemdes Kampung Melayu Barat Gelar Sosialisasi PPKM Mikro dan Gebrak masker

Subur menjelaskan sedikitnya ada 4  faktor yang menjadi penyebab meluapnya air anak sungai Cisadane tersebut. Selain faktor rendahnya posisi tanah adanya sedimentasi sungai yang cukup parah. Hal tersebut membuat daya tampung Anak Sungai Cisadane menjadi jauh berkurang akibat banyaknya endapan lumpur.

“Kami sudah meminta Kementerian PUPR untuk meminta normalisasi dan alhamdulilah katanya sudah dianggarkan di tahun ini.Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dilaksanakan pengerukan,’ ujar Subur.

Ha lainnya yang menjadi penyebab banjir adalah minimnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di sungai. serta adanya penyempitan hilir sungai yang membuat terjadinya terganggunya aliran air. 

“PUPR tentunya harus melakukan normalisasi mulai dari hulu ke hilir aliran Anak Sungai Cisadane,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.