Stunting Tertinggi di Banten, Peringatan HKN Akan Digelar di Pandeglang

oleh -
HKN 2019
Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Raden Dewi Setiani (tengah).

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 tingkat Provinsi Banten, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Desember nanti akan di pusatkan di Alun alun Kabupaten Pandeglang. Sebab wilayah Pandeglang menjadi perhatian dari kasus stunting di Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, kali ini Pandeglang akan menjadi tuan rumah dalam peringatan HKN tingkat Provinsi Banten, karena wilayah Pandeglang dianggap paling tepat jadi pusat peringatan HKN tersebut. Sebab kasus stunting di Pandeglang paling tinggi di wilayah Banten.

“Karena tema peringatan HKN yaitu “Banten Cegah Stunting” maka Pandeglang tepat jadi tuan rumah peringatan HKN. Sebab dari 8  Kabupaten dan Kota di Banten, maka Pandeglang terbilang cukup tinggi untuk kasus stunting,” ungkapnya, Rabu (4/12/2019).

BACA JUGA:

. Duh, 8 Ribu Balita di Pandeglang Terindikasi Stunting

. Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Tangani Stunting

. Wah, Kasus Stunting Pandeglang Tertinggi di Banten

Menurutnya, kurang lebih ada 415 balita yang terindikasi kasus stunting. Maka diharapkannya, dengan menjadi tuan rumah dalam peringatan HKN tingkat ProvinaibBanten, semua pihak akan ikut aktif dalam aksi pencegahan stunting di Pandeglang.

“Dengan begitu, pihak Kementerian pun akan mengetahui kalau di Pandeglang butuh penanganan kasus stunting dengan sesegera mungkin,” katanya.

Lanjut Dewi, pada peringatan HKN nanti akan diadakan kunjungan ke lokus stunting oleh Gubernur Banten, yang lokusnya yaitu di Desa Tegal Longok, Kecamatan Koroncong, Pandeglang.

“Di lokasi itu juga ada kegiatan pos gizi, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan balita, konseling, penyuluhan PTM dan pemeran pangan lokal,” ujarnya.

Sementara, Camat Koroncong, Teti Yuningsih memgaku, dengan digelarnya HKN di Pandeglang, dan ada satu desa di wilayahnya yang menjadi lokus kunjungan Gubernur Banten, maka dipastikannya akan berdampak positif pada penurunan angka kasus stunting.

“Di Kecamatan Koroncong ada 4 desa yang menjadi lokus stunting. Dari 4 desa itu awalnya ada sebanyak 107 balita yang terindikasi stunting, tapi sekarang sudah menurun dan tinggal 13 balita lagi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.