Study Tour Batal, Guru SMKN 2 kota Tangerang Diduga Pangkas Uang Siswa

  • Whatsapp
Kepala sekolah smkn 2 kota tangerang
Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Tangerang, Dedi Kurniadi.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Guru SMKN 2 kota Tangerang diduga melakukan pemotongan uang Study tour siswa secara sepihak. Itu terjadi karena para siswa yang sudah membayar sebesar Rp1,5 juta tidak kembali utuh walaupun kegiatan tersebut batal digelar.

Menurut Rhomi Ramdani, Alumni SAKTI (Sekolah Anti Korupsi) Tangerang, pemotongan uang kegiatan study tour yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada masing-masing  siswa sebesar Rp350 ribu.

Bacaan Lainnya

Apabila jumlah pemotongan itu dilakukan kepada sebanyak 250 siswa, tambah dia, tentu pihak  sekolah telah mendapatkan keuntungan uang sebesar Rp 87,5 juta.

” Ini tidak bisa dibenarkan. Gubernur Banten, Wahidin Halim beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten harus turun tangan atasi permasalah tersebut,” kata Rhomi, Jumat (10/7/20).

BACA JUGA: Disnaker Dorong Dindikbud Evaluasi Akreditasi SMKN di Banten

Dikonfirmasi masalah itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Tangerang, Dedi Kurniadi mengatakan, rencana studi tour dibatalkan karena adanya imbauan pemerintah yang meminta segala kegiatan sekolah dihentikan lantaran padamei Covid-19.

Selain itu, tambah dia, berbagai daerah juga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga kegiatan study tour dibatalkan.

“Rencana study tour ke Jogja yang batal digelar pada April 2020 lalu itu, pihak sekolah menyerahkannya ke EO (Event Organizer), sehingga sebagian uang siswa sudah digunakan untuk membayar uang muka (DP) hotel, bus, dan lain-lain. Tapi karena pandemi Covid-19, akhirnya rencana kegiatan itu dibatalkan,” kata dia.

Akibatnya, uang yang  sudah dibayarkan,  tidak bisa ditarik kembali, sehingga waktu dikembalikan kepada siswa tidak utuh. ” Kami jamin, tidak sepeserpun guru SMKN 2 Kota Tangerang memakan atau memotong biaya study tour itu. Dan kita minta kepada siswa atau orang tua, mohon pengertiannya, karena ini bukan kehendak kami, ini musibah yang tidak diinginkan,” kilahnya. (Haris/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.