Stok Vaksin di Gudang Dinkes Sulawesi Selatan Habis

oleh -
stok, vaksin, sulawesi, selatan, makassar, gudang, dinkes, habis
Vaksinasi lansia di Mall Phipo Makassar, Sulawesi Selatan/Antara.

MAKASSAR, REDAKSI24.COM–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan bahwa stok vaksin di Gudang Dinkes habis.

Sementara 18.890 vial vaksin yang dijadwalkan akan tiba di Sulsel pada Senin (5/4) batal datang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan, dr Nurul AR mengatakan, mengenai batalnya kedatangan vaksin, informasi yang diterima hanya sebatas distribusi vaksin ditunda.

“Stok vaksin di Gudang Dinkes Provinsi Sulsel memang sudah habis tidak ada lagi. Kami tidak tahu pasti kapan distribusi vaksin kembali dijadwalkan,” ujar Nurul, di Makassar, Senin (5/4/2021).

Menurut Nurul, persediaan stok vaksin yang tersisa di Gudang Dinkes Sulawesi Selatan hanya cukup untuk sampai hari Selasa (6/4), dengan jumlah 500 vial, atau sekitar 5.000 dosis.

Namun demikian, dia memastikan vaksin untuk lansia di kabupaten/kota masih tersedia dengan rentan waktu 28 hari, termasuk rencana distribusi untuk peserta vaksinasi dosis pertama.

Sehingga kemungkinan keterlambatan suntik vaksin di Sulsel dianggap tidak akan begitu berpengaruh terhadap kinerja vaksin dalam tubuh.

Sebab, imbuh dia, berdasarkan hasil penelitian terbaru, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah merilis bahwa rentan waktu antara vaksinasi dosis pertama dan kedua maksimal 28 hari, termasuk yang sebelumnya ditentukan 14 hari (usia muda).

Kata Nurul, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes telah mengeluarkan edaran, bahwa tim yang menyisakan vaksin untuk termin hari Selasa (6/4) harus difokuskan bagi guru, dan pelaku agama serta lansia.

Selain itu dipetakan sisa vaksin 60 persen untuk lansia dan 40 persen untuk guru serta pemuka agama.

“Jadi untuk vaksinasi di Makassar itu pasti bisa, tetapi dibatasi karena terkait urgensi pelayanan vaksin untuk lansia yang diharapkan itu tetap jalan,” ujarnya.

“Kalaupun ada di hari Rabu atau pekan ini telah sampai waktunya khusus untuk lansia, tentu kita pending dulu sampai pasti vaksin itu tersedia. Mungkin besok atau lusa itu sudah ada kepastian distribusi terkait keterlambatan atau misalnya tidak jadi,” lanjutnya.

Nurul menambahkan, jika terjadi keterlambatan pemberian vaksin dosis kedua setelah 28 hari, maka itu akan menurunkan antibodi yang diartikan lebih gampang terpapar virus corona. Termasuk pada menurunnya sel memori. (ejp)

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.