Staf Desa Di Bogor “Kentit” Dana Bansos Fakir Miskin Diciduk Polisi

oleh -
Staf Desa,Di Bogor,Dana Bansos,Fakir Miskin,Diciduk Polisi,Kentit,Kabupaten Bogor,Polres Bogor
Tersangka penilapan atau kentit dana bansos pandemi COVID-19, LH (32), Kasi Pelayanan di Desa Cipinang saat di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). (Antara)

CIBINONG, REDAKSI24.COM–LH (32) staf Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin diciduk Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bogor, Polda Jawa Barat (Jabar). Tersangka LH diciduk polisi lantaran mengentit atau menilap dana bantuan sosial (bansos) bagi warga fakir miskin yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kegiatan penyalahgunaan dana penanganan fakir miskin tahun 2020 ini, diawali laporan masyarakat Kecamatan Rumpin, bansos tunai pemerintah yang digunakan untuk penanganan pandemi,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun, di Cibinong, Bogor, Senin (15/2/2021).

Kapolres menjelaskan, tersangka LH adalah staf desa menjabat sebagai Kasi Pelayanan di Desa Cipinang, tersangka memanipulasi 30 data penerima bansos, sehingga meraup uang senilai Rp54 juta atau Rp1,8 juta dari setiap satu akun penerima bansos.

“Pemerintah kan memberikan bantuan setiap bulannya Rp600 ribu, dikalikan tiga jadi Rp1,8 juta per orang,” ujar mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Menurut Kapolres, tersangka LH melakukan aksinya dengan dibantu 15 warga, yang masing-masing dibekali dua akun penerima bansos, untuk melakukan pencairan di Kantor Pos Cicangkal, Rumpin, Bogor.

Kemudian, sebanyak 15 warga yang mencairkan dana bantuan dengan kertas barcode berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga setempat itu masing-masing dibayar oleh LH senilai Rp250 ribu.

“Sementara 15 figuran ini masih berstatus saksi, masih kami dalami. Kalau bukti cukup akan kami tersangkakan,” ucapnya.

Atas perkara tersebut, Satreskrim Polres Bogor menyita berbagai barang bukti seperti satu lembar kuitansi, satu unit telepon genggam, dan 27 lembar surat undangan penerima bansos tunai.

Kapolres menyatakan, kejadian di Desa Cipinang, Rumpin ini menjadi pintu masuk bagi Polres Bogor, untuk memeriksa alur pengelolaan bansos di desa atau pun kelurahan se-Kabupaten Bogor.

“Kami akan cek di desa-desa lainnya, khawatir ada kejadian serupa karena kebijakan pemerintah bagus untuk hadapi pandemi, namun disalahgunakan oleh oknum aparat ini,” katanya. (M Fikri Setiawan/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.