Staf Desa Bunar yang Lama Diminta Tetap Bekerja

oleh -
Staf Desa Bunar yang Lama Diminta Tetap Bekerja permendagri kabupaten tangerang camat sukamulya
Yati menyatakan sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi atas pemberhentian maupun pengangkatan perangkat desa oleh Kades Bunar yang baru. Karena itu, kata Yati, staf Desa Bunar yang lama masih memiliki kewenangan untuk bekerja kembali.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Camat Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, Yati Nurul Hayat pada rapat bersama 7 staf Desa Bunar yang diberhentikan kepala desa (Kades) baru menegaskan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa harus melalui tahapan sesuai Permendagri nomor 67 tahun 2017.

Yati menyatakan sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi atas pemberhentian maupun pengangkatan perangkat desa oleh Kades Bunar yang baru. Karena itu, kata Yati, staf Desa Bunar yang lama masih memiliki kewenangan untuk bekerja kembali.

Pemberhentian itu, kata dia, belum sah, karena belum melalui tahapan serta ada penilaian kinerja dari aparatur terkait di kecamatan.

“Rekomendasi itu berdasarkan penilaian tertentu, diantaranya kondite staf desa, baik kepatuhan maupun disiplin dalam bekerja,” ungkap Yati Nurul Hayat dihadapan 7 staf Desa Bunar yang lama, Selasa (2/11/2021).

Kepada ketujuh staf desa yang lama Yati menyatakan, mereka masih berstatus sebagai staf desa aktif, bahkan masih digaji negara. Karena itu camat meminta mereka untuk tetap bekerja, patuh dan disiplin.

BACA JUGA: Camat Sukamulya Kumpulkan 7 Perangkat Desa Bunar yang Dipecat Kades

“Kalaupun ada pemberhentian nanti ada proses yang harus dilalui,” ungkap Yati seraya menyayangkan keputusan Kades Bunar yang memberhentikan staf desa sebelum ada rekomendasi dari camat.

“Sampai saat ini kami belum menerima pengajuan apapun dari Kades, sehingga kami belum memberikan rekomendasi terkait pemberhentian maupun pengangkatan perangkat desa tersebut,” jelasnya.

Disinggung banyak orang berseragam coklat yang menduduki kursi staf desa, Yati menyebut sah-sah saja mereka membantu pelayanan publik di kantor Kades Bunar itu. Namun begitu dia menegaskan sejumlah orang berseragam coklat itu belum memiliki Surat Keputusan (SK).

“Itu kewenangan Kades, namun belum ada SK yang direkomendasikan camat,” tegasnya.

Yati kembali menegaskan, SK pemberhentian perangkat desa dari Kades Bunar tidak sah. Karena dia meminta 7 staf Desa Bunar yang lama untuk kembali bekerja sambil menunggu tahapan pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa yang baru.

“Tahap awal kami akan membuka lamaran untuk lowongan perangkat desa. Untuk staf Desa Bunar yang lama juga tetap harus mengajukan lamaran kembali, kami akan seleksi semua, setelah itu kami putuskan sesuai kebutuhan Desa Bunar itu sendiri,” jelas Yati Nurul Hayat.

BACA JUGA: Staf Desa Bawaan Kades Bunar yang Baru Terancam Dilaporkan ke Polisi

Lebih lanjut Yati mengatakan, kecamatan merupakan pembinaan dan pengawasan pemerintah desa. Namun kebijakan yang diambil merupakan kewenangan Kades, termasuk tahapan penjaringan staf desa.

“Namun tetap mengacu kepada Permendagri nomor 67 tahun 2017 dan harus mendapatkan rekomendasi dari camat. Sambil menunggu proses itu, kami harap staf desa yang lama dan dapat bersinergi, kompak, dengan yang baru, hilangkan silang pendapat antara satu sama lain agar tidak terjadi benturan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bunar yang lama, Suherli mengatakan, pihaknya hanya meminta kepastian terkait statusnya saat ini. Menurutnya, mereka tidak berambisi untuk tetap menjadi perangkat desa.

“Kami akan patuh terhadap aturan. Kalau masih dipakai dengan senang hati kami bekerja, namun sebaliknya, bila tidak, ya harus ditempuh sesuai aturan,” ujar Suherli.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.