Staf Desa Bawaan Kades Bunar yang Baru Terancam Dilaporkan ke Polisi

oleh -
Staf Desa Bawaan Kades Bunar Terancam Dilaporkan ke Polisi BPD Bunar kecamatan sukamulya Kabupaten tangerang
Rencana menempuh jalur hukum itu menyusul adanya ucapan dari salah satu staf Desa Bunar bawaan Kades berinisial ANF dengan menyebut Anadi sebagai oknum BPD yang menyalahgunakan wewenang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, Anadi, berencana menyeret salah satu staf desa bawaan kepala desa (Kades) yang baru ke ranah hukum.

Rencana menempuh jalur hukum itu menyusul adanya ucapan dari salah satu staf Desa Bunar bawaan Kades berinisial ANF dengan menyebut Anadi sebagai oknum BPD yang menyalahgunakan wewenang.

Ucapan bernada ejekan itu terjadi saat Anadi, selaku Ketua BPD Bunar, Kecamatan Sukamulya, menegur dan meminta 6 orang berseragam coklat yang mengaku sebagai staf desa untuk keluar dari kantor Kades.

Pengusiran Anadi terhadap orang-orang berseragam coklat itu karena mereka belum memiliki surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai perangkat desa yang sah sesuai Permendagri nomor 67 tahun 2017.

BACA JUGA: Perangkat Desa Bunar Bawaan Kades yang Baru Dinilai Lecehkan BPD

Sebagai lembaga desa yang memiliki Tupoksi pengawasan dan memiliki SK Bupati yang setara dengan Kades, menurut Anadi, pihaknya berhak mempertanyakan keberadaan orang-orang berseragam coklat yang mengaku staf desa.

“Karena mekanisme pemberhentian dan pengangkatan sudah jelas diatur dalam Permendagri Nomor 67 tahun 2017,” ungkap Anadi kepada Redaksi24.com melalui sambungan telepon seluler, Jumat (29/10/2021).

Menurut Anadi, ucapan bernada ejekan tersebut menjadi dasar bagi dirinya untuk melaporkan ke polisi dengan delik pelecehan terhadap lembaga negara atau pemerintahan yang sah.

Meski begitu, agar persoalan tidak melebar, Anadi mengaku masih membuka upaya dialog dengan orang berseragam coklat berinisial ANF tersebut.

“Kami coba duduk bareng dulu dengan staf desa yang baru, kalau bisa diselesaikan dengan kepala dingin, syukur Alhamdulillah. Tapi kalau nggak bisa rapih, terpaksa saya buka laporan polisi,” tandasnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.