SPBU Mobil Milik PT Indomobile Disegel Satpol PP Pandeglang

  • Whatsapp
SPBU mobil disegel satpol pp pandeglang
Petugas Satpol-PP bersama jajaran komisi I DPRD Pandeglang, saat melakukan penyegelan SPBU mini Pagadungan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Komisi I DPRD Pandeglang, bersama Satpol-PP dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, melakukan penutupan paksa terhadap SPBU mini milik PT Indomobile, di Stasiun SPBU Mobil Pagadungan, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kamis (2/7/2020). Penutupan paksa tersebut dilakukan, karena SPBU Mobil tidak memiliki izin namun sudah beroperasi.

Pantauan Redaksi24.com rombongan komisi I DPRD Pandeglang, bersama Satpol-PP dan DPMPTSP mendatangi lokasi SPBU mini Mobil di Kelurahan Pagadungan. Di lokasi SPBU mini itu, petugas ditemui beberapa petugas SPBU. Setelah beberapa menit berdialog dengan para petugas SPBU mini itu, petugas Satpol PP langsung memasang tanda penyegelan terhadap SPBU mini tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua komisi I DPRD Pandeglang, Endang Sumantri mengatakan, sebumnya pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan SPBU mini tersebut bersama DPMPTSP. Karena pihakanya banyak menerima aduan SPBU mini yang saat ini marak tidak memiliki izin. Pada saat hearing, kata dia,  pihak perusahaan berjanji akan melakukan penutupan sendiri. Namun ternyata masih tetap beroperasi.

“Karena sekarang masih tetap beroperasi. Makanya kami bersama Satpol-PP dan DPMPTSP menutup paksa SPBU mini yang masih beroperasi itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Banyak SPBU Mini Mobil di Pandeglang Tidak Berizin

Anggota Komisi I DPRD Pandeglang, Candra Angga mengaku, sebelumnya diketahui SPBU ini hanya tidak memiliki izin. Tapi setelah pihaknya turun ke lapangan, ternyata tidak hanya pada persoalan perizinannya, akan tetapi masih banyak persoalan lain yang terjadi pada SPBU Mobil.

“Kalau kemarin kami hanya membahas masalah administrasinya. Termyata ada beberapa persoalan lain, seperti tidak adanya asuransi bagi karyawan, upah pekerja dibawah standar UMK, K3 tidak ada serta persoalan lain yang terjadi di lapangan,” katanya.

Dikatakannya, aksi penutupan itu dilakukan karena SPBU tidak memiliki izin, dan pihaknya juga menyarankan kepada DPMPTSP Pandeglang, agar lebih teliti lagi ketika pihak perusahaan melakukan usulan perizinan.

“Saya berharap pihak DPMPTSP teliti usulan perizinan yang dilakukan perusahaan SPBU ini. Jika belum lengkap, dokumen perizinannya jangan dikeluarkan dulu,” tegasnya.

Sementara, Kasi Verifikasi DPMPTSP Pandeglang, Adi Wahyudi mengaku, ada sebanyak 31 SPBU mini yang saat ini didirikan di Pandeglang. Dari jumlah sebanyak itu, kata dia, 14 sudah beroperasi dan yang sudah punya izin baru satu unit.

“Sebagian besar SPBU mini yang sudah beroeprasi belum ada izinnya. Karena sejauh ini baru satu, adapun yang 17 lagi itu belum beroperasi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Patung Polwan Tandai Kawasan Tertib Lalulintas di Pandeglang

Kata dia, dari sebanyak 30 SPBU mini yang belum berizin, pihaknya sudah menerima sebanyak 11 dokumen usulan perizinan dan sedang dilakukan verifikasi. Namun dokumen pendukung dari dinas teknis seperti dari Diahub, DPUPR dan DLH Pandeglang belum ada.

“Jika dokumen perizinan yang diusulkan belum lengkap, kami juga tidak akan mengeluarkan izinnya,” ujarnya.

Salah seorang petugas SPBU Mobil Pagadungan, Samsudin mengaku, tidak mengetahui kalau sudah ada komitmen antara pihak perusahaan dan komisi I DPRD Pandeglang, sehingga SPBU itu masih dioperasikan.

“Saya membawahi 6 unit SPBU Mobil. Saya juga akan sampaikan ke petugas SPBU yang lain agar menutup sementara,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.