Sosok Kartini Muncul Ditengah Wabah Covid-19

oleh -
Lina Rahmawati, seorang perawat di Rumah Sakit Mata Achamd Wardi, Kota Serang,

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Setiap tanggal 21 April Bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Kartini merupakan tokoh perempuan pahlawan nasional yang menjadi panutan dan inspirasi para kaum hawa, khususnya di Tanah Air.

Untuk memperingati Hari Kartini kali ini, berbeda dengan sebelumnya. Mengingat peringatan hari Kartini saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda musibah pandemi virus corona atau covid-19. Namun demikian, sosok-sosok Ketini mulai bermunculan di situasi dan kondisi yang memprihatinkan itu.

Salah satunya terlihat pada Lina Rahmawati (24), seorang perawat di Rumah Sakit (RS) Mata Achamd Wardi, Kota Serang, Banten yang menjadi garda terdepan penyesmbuhan pasien yang terndi virus membahayakan kesehatan.

Meski khawatir terpapar virus corona atau covid-19, Lina tetap berjuang untuk menyelamatkan nyawa para pasiennya. Itu dilakukan karena rasa tanggungjawab moril sebagai seorang perawat, sehingga apapun resiko yang bakal terjadi harus dihadapi.

“Kalau khawatir ya sudah pasti, apalagi Alat Pelindung Diri (APD) kita juga kurang. Karenanya harus hemat menggunakan APD, tapi disisi lain karena tugas, tanggungjawab dan beban moril. Jadi apa pun resikonya kita hadapi ,” kata Lina kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (21/4/2020).

Lina mengaku, melayani untuk kesembuhan pasien adalah hal yang utama, dengan tidak membeda – bedakan pasien yang satu sama lain dalam situasi dan kondisi apa pun. “Saya menjadi perawat 2 tahun di rumah sakit ini. Dan sekarang harus menagani sekitar 50 pasien yang terindikasi Covid-19 setiap hari,” kata dia.

Terkadang kata Lina, bila pulang tugas dan sampai di rumah, dirinya merasa cemas bertemu dengan keluarga. Khawatir ditengah orang yang ia sayang, dirinya membawa virus yang membahayakan itu. “Kebetulan saya masih tinggal bersama kedua orang tua yang sudah berumur. Kalau beliau batuk, saya khawatir, walaupun setiap pulang kerja selalu cuci tangan dan ganti pakaian,” kata Lina yang mengaku kagum dengan sosok RA Kartini.

BACA JUGA:

Soal Virus Corona, Wali Kota Serang Minta RSU Siapkan Ruang Isolasi

Sebetulnya kata Lina, inspirasi RA Kartini sudah terpatri erat dijiwanya sejak duduk di bangku sekolah. Dengan cara ingin mandiri dan berkarya demi kemaslahatan orang banyak. ” Hidup itu jangan egois. Harus saling bantu sesama. Apalagi dalam kondisi seperti ini, dimana bangsa dan negara sedang berjuang untuk menghadapi Covid-19,” kata dia.

Karenanya tambah Lina, mari hidup bergotong royong untuk menghadapi Covid-19. dengan mentaati imbauan pemerintah, tinggal dirumah, gunakan APD serta jaga kebersihan demi kesehatan diri sendiri dan orang lain. (ADI/Aan)