Sosialisasi Empat Pilar, Anggota MPR RI Ananta Wahana Bagikan Pengalamannya Sebagai Aktivis dan Politikus

  • Whatsapp
Anggota MPR RI, Ananta Wahana
Anggota MPR RI, Ananta Wahana.

TANGSEL,REDAKSI24.COM– Anggota MPR RI Ananta Wahana membagikan pengalamannya selama menjadi aktivis dan politikus kepada aktivis, anak-anak muda milenial, dan kader PDI perjuangan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pengalaman tersebut Ia bagikan saat  menggelar Sosialisasi Empat Pilar, di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel, Senin (7/12/2020) Desember 2010, Anggota MPR RI Ananta Wahana bagikan 

Ananta mengaku, malang melintang sebagai aktivis ia lakoni sejak masih dirinya bergabung dalam Gerakan Siswa Nasionalis Indonesia (GSNI) dan dilanjutkan di Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) di Solo. Dan, ketika terjun ke politik hingga enam kali dilantik sebagai anggota DPR, kata Ananta, melalui proses yang cukup panjang dengan banyak tantangan. Namun dengan kerja keras dengan keyakinannya, serta rasionalitasnya dalam berpikir, setiap kali tampil pada kontestan Pemilu, selalu terpilih.

Bacaan Lainnya

“Ingat jika ingin terjun ke  dunia politik yang terpenting kedepankan kerja keras dengan keyakinannya, serta rasionalitasnya dalam berpikir. Karena saya tidak 100 persen mempercayai bahwa  money politic menjamin seseorang bakal dipilih oleh rakyat,” tegas pria yang duduk sebagai anggota Komisi VI DPR RI ini.

Dalam kegiatan yang dihelat di wilayah Kecamatan Ciputat Timur tersebut, politisi PDI Perjuangan itu juga memberikan wawasan tentang pedoman partai yang berazaskan Pancasila dan pentingnya menjadi pemilih cerdas dalam Pilkada Tangsel yang akan digelar serentak dengan kabupaten/kota se-Indonesia pada 9 Desember 2020 besok. 

Dikatakan pula, sosialisasi empat pilar, merupakan perintah dari Undang Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dalam Undang Undang itu MPR mendapat tugas mensosialisasikan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

“Empat Pilar itu yang pertama adalah Pancasila sebagai dasar negara. Kedua UUD NRI 1945. Ketiga NKRI, dan keempat Bhineka Tunggal Ika. Bhineka ini menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia yang menyatukan kita,” ujar Ananta.

Sementara itu, Ito Prajna Nugraha, yang hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, mengajak para kaum muda milenial, aktivis dan para kader yang mengikuti kegiatan tersebut untuk bangga jadi orang Indonesia. Ito mencontohkan, orang luar negeri, yaitu Jepang, apabila mau bekerja di Indonesia, mereka harus belajar dulu tentang ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. 

“Ini menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Ito.

Selain tersebut, menurut Ito, Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dan memiliki 1.340 etnis, serta 718 bahasa daerah yang berbeda. Jadi, lanjut Ito, secara kebudayaan Indonesia sangat beragam. Bahkan menjadi 10 besar negara paling kaya secara alam, karena kekayaan alamnya berlimpah.

Untuk itu, ujar pria yang pernah menjadi dosen di Universitas Pertahanan ini, Sosialisasi Empat Pilar ini menjadi sangat penting untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan dan kebanggaan terhadap bangsa yang memiliki keberagaman budaya.

“Ini menjadi penting, karena Pancasila yang menyatukan kita, sebagai dasar negara. Dan, Bhineka menjadi dasar hidup negara,” tandasnya. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.