Bornga Resto Dinilai Tak Kooperatif

  • Whatsapp
Petugas Bapenda Kabupaten Tangerang memasang stiker segel di depan pintu masuk Bornga Resto di Gading Serpong, Kamis (1/8/2019)

REDAKSI24.COM – Bornga Resto dinilai tidak kooperatif saat menanggapi surat panggilan terkait hutang pajak yang dilayangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang. Karena itu, resto elit di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua itu, akhirnya dikenai sanksi segel.

Kasubid Penetapan & Penagihan Bapenda Kabupaten Tangerang, Wahyu Hidayat mengatakan, sebelum dilakukan penyegelan, pihaknya telah beberapa kali melayangkan surat panggilan kepada pihak pengelola Bornga Resto.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, setelah dua surat panggilan yang ditandatangani Kepala Bapenda tidak dihiraukan, pihaknya bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang juga sudah tiga kali menyurati pihak pengelola restoran untuk segera melunasi hutang pajaknya tersebut.

Namun, tiga surat yang sudah dilayangkan kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, tak satupun yang direspon pihak pengelola restoran makanan Korea itu.

“Kami surati melalui kejaksaan pertama tanggal 26 juni tidak hadir tidak ada kabar. Surat kedua tanggal 3 juli juga tidak hadir, saat itu juga kita kami kembali menyurati, tetap tidak hadir,” paparnya kepada wartawan, Kamis (01/07/2019).

Tak sampai disitu, upaya lain juga sudah dilakukan Bapenda Kabupaten Tangerang,  dengan cara menemui langsung pengelola Bornga Resto. Namun pengelola restoran,  yang belakangan diketahui bernama Lita, tak pernah ada itikad baik untuk datang dan melunasi hutang pajak sebesar lebih dari Rp50 juta tersebut.

“Tidak Kooperatif. Saya pernah diberi nomer handphonenya tetapi ketika dihubungi ternyata salah sambung,” ungkap Wahyu.

Sebelumnya, Bapenda Kabupaten Tangerang menyegel Bornga Resto, di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Penyegelan dilakukan lantaran restoran yang menyajikan makanan Korea tersebut menunggak pajak kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang lebih dari Rp50 juta.

Saat dilakukan penyegelan, awak media mencoba untuk meminta keterangan dari Lita, pengelola Bornga Resto, namun ia sama sekali tidak mau memberi tanggapan. (Ricky/Difa)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.