Soal UKT, Kampus UIN SMH Banten Kota Serang Didemo Mahasiswanya

  • Whatsapp
UIN SMH Banten
Mahasiswa memasang spanduk protes UKT di Kampus UIN SMH Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten didemo mahasiswanya menyusul polemik pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Dengan dikeluarkannya Nota Dinas NOMOR :29/Un.17/R/03/2020 oleh Rektorat UIN SMH Banten,  salah satu isinya menetapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara online atau Dalam Jaringan (Daring) sejak (17/6/2020), hingga akhir semester pada 30 juni 2020 nanti.

Bacaan Lainnya

Juga Surat Edaran (SE) Dirjen Pendis mengenai pemotongan UKT yang kemudian dicabut kembali pertanggal 20 April 2020 lalu. Hal tersebutl membuat Mahasiswa UIN Banten melakukan aksi unjuk rasa di kampusnya.

Mahasiswa merasa terbebani dalam melakukan kuliah Daring karena keterbatasan sinyal juga merosotnya ekonomi disebabkan dampak dari pandemi Covid-19. Saat ini mereka merasa kecewa hingga pada akhirnya banyak protes yang dilontarkan para mahasiswa dengan menuntut kampus segera memberikan kebijakan terkait pemotongan UKT.

Para mahasiswa beralasan perlunya pemotongan UKT karena mereka sudah membayar UKT secara penuh, padahal tidak menikmati fasilitas kampus yang ada sejak dilakukannya kuliah Daring itu.

“Sebetulnya sudah beberapa kali melakukan audiensi secara virtual dengan pihak rektorat, namun belum juga mendapat kepastian akan tuntutan mahasiswa, hingga akhirnya kami melakukan aksi di kampus,” kata Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah UIN SMH, Faiz Naufal Alfarisi kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Padahal, kata Faiz, pihaknya hanya ingin tahu sudah sejauh mana pembahasan antara rektorat dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyikapi masalah tersebut. “Kami pun ingin tahu transparansi terkait pengalokasian dana UKT yang mana dirasa sangat berat untuk memberikan potongan bagi mahasiswanya meskipun ekonomi para keluarga mahasiswa menurun akibat pandemi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Banten, Fauzan Ardiansyah mengungkapkan, pihak kampus tidak ada keterbukaan kepada mahasiswa meski sudah beberapa kali melakukan audiensi terkait pemotongan UKT itu.

“Kami hanya ingin meminta hak kami selaku mahasiswa yang belum diberikan oleh Menag dan lembaga rektorat kampus UIN Banten,” ungkapnya.

Fauzan berjanji pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut. “Ini baru awal, kami akan mengawal masalah ini, meski harus langsung turun aksi ke rektorat,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.