Soal Tunggakan BPJS Kesehatan, Pemkab Pandeglang Sulit Gunakan SCF

oleh -
tanto warsono arban
Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengaku, Pemkab Pandeglang belum memiliki solusi untuk menyelesaikan persoalan keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan ke RSUD Berkah Pandeglang.

Tanto juga menyatakan, mski dengan menggunakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) atau pinjaman jangka pendek ke bank, namun cara itu dinilainya akan sulit dilakukan.

“Pemkab Pandeglang telah menggelar rapat khusus bersama RSUD Berkah Pandeglang, Dinas Kesehatan termasuk pihak BPJS Kesehatan. Namun belum ada solusi yang tepat,” ungkap Tanto, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA:

. Tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Berkah Pandeglang Capai Rp12 Miliar

. Soal Tunggakan Rp12 Miliar, Direktur RSUD dan BPJS Pandeglang Dicecar Dewan

. Resmi, Mulai 1 Januari 2020 Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat

Menurut Tanto, Pemkab Pandeglang telah mengkaji menggunakan fasilitas SCF atau pinjaman jangka pendek ke bank tersebut. Namun menurutnya hal itu sulit dilakukan, sebab belum ada rumah sakit di Banten  yang telah mengunakan fasilitas SCF.

“Mekanisme itu sudah kami kaji, kemungkinan sulit dilakukan. Kami juga membuka komunikasi lagi dengan BPJS Kesehatan untuk opsi itu di Banten, tapi belum ada,” katanya.

Jika RSUD Berkah Pandeglang menjadi penjamin ke bank untuk menanggulangi tunggakan BPJS Kesehatan, Tanto khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Meski begitu kata dia, Pemkab Pandeglang akan terus berupaya agar mendapatkan titik temu atas persoalan tersebut.

“Pokoknya upaya apapun akan kami tempuh untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.