Soal Telur Infertil, Camat Menes Pandeglang Janji Panggil Distributor Program BPNT

  • Whatsapp
telur infertil
Komoditas telur yang diduga infertil ditemukan pada program sembako BPNT di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dugaan adanya telur infertil pada komoditas sembako program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Camat Menes, Kabupaten Pandeglang, Ubaedillah berjanji akan segera meminta keterangan kepada pihak distributor program tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun Redaksi24.com, bantuan sembako program BPNT saat ini sudah disalurkan di tiga desa, di Kecamatan Menes, diantaranya Desa Purwaraja, Kanangan dan Desa Sukamanah.

Bacaan Lainnya

Menurut Ubaedillah, pihak distribusi harus bertanggungjawab atas dugaan adanya telur infertil dalam komoditas sembako program BPNT.

“Kalau pihak agen maupun warga penerima manfaat tidak bersalah, karena mereka tidak tahu. Maka yang harus bertanggungjawab adalah pihak distributor, untuk itu kami akan segera panggilan pihak distributor,” ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

Dikatakannya, agen dan KPM tidak mengetahui telur tersebut layak atau tidak dikonsumsi, dan bisa berbahaya atau tidak. Karena itu, menurut dia, nantinhya pihak distributor yang bisa menjelaskan terkait telur yang diduga infertil tersebut.

“Biar nanti pihak distributor yang menjelaskan terkait telor jenis infertil itu. Apakah layak konsumsi atau tidak, dan berapa harga perkilogramnya,” katanya.

Saat ditanya bagaimana telur yang saat ini tengah didistibusikan kepada para penerima manfaat, camat mengaku akan menyetop terlebih dahulu sebelum ada kepastian dari pihak distributornya.

“Kalau telur itu tidak layak konsumsi, maka harus disetop pendistribusianya dari pihak distributor,” ujarnya.

Sementara itu, TKSK Menes, Yayan mengaku, sejauh ini pendistribusian sembako BPNT sudah dilakukan di beberapa desa di Kecamatan Menes. “Yang sudah disalurkan sembako BPNT itu di dua desa, Purwaraja dan Kanangan, dan rencana besok Desa Sukamanah,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah mengaku akan segera menurunkan tim ke Kecamatan Menes untuk mengecek komoditas sembako program BPNT yang diduga terdapat telur infertil.

“Besok kami akan turunkan tim ke Menes, agar semua komodotas sembako BPNT dilakukan pengecekan,” tuturnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga ingin mengetahui kenapa agen maupun suplayer menggunakan telur infertil atau HE untuk memenuhi komoditas sembako program BPNT. Padahal telur infertil harganya murah, karena jenis telur untuk ditetaskan.

“Makanya kami akan turunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisi telur itu,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.