Soal Relokasi PKL, Wali Kota Serang Dinilai Langgar Perda

  • Whatsapp
Swot Kota Serang
Pimpinan SWOT Kota Serang, Jejen.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang menilai Wali Kota Serang telah membunuh ekonomi Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya, wali kota tidak memberikan kepastian kepada PKL terkait relokasi yang dijanjikannya sejak hampir satu tahun lalu.

“Nasib mereka (PKL) kini terkatung-katung,” kata Pimpinan SWOT Kota Serang, Muhammad Jejen kepada Redaksi24.com, di Kota Serang, Jum’at (11/10/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, PKL kini dalam posisi dilematis. Jika memaksakan berjualan di stadion, bakal ditindak Satpol PP. Jika berjualan di Kepandean, menurut dia, sama saja dengan bunuh diri. PKL kehiolangan konsumennya.

“Konsep relokasi bagi PKL yang dicanangkan wali kota sebagai biang masalah yang menyandera hak-hak warga negara untuk mendapat tempat berusaha,” katanya.

BACA JUGA:

. Mahasiswa Sebut Wali Kota Serang Penggusur PKL

. Relokasi PKL Pasar Rau, Pemkot Serang Jangan Berharap PAD

. Pemkot Serang Bakal Tindak Penghalang Penertiban PKL

Pria yang akrab disapa Jejen itu menyebut, kebijakan Pemkot Serang menempatkan PKL sebagi objek relokasi tidak tepat. Seharusnya, kata dia, Pemkot Serang menerapkan kebijakan yang solutif dengan cara menata ulang PKL agar terlihat kondusif dan rapih.

Jejen juga menilai, Wali Kota Serang dalam menjalankan kebijakan relokasi PKL telah melanggar Perda Kota Serang No 4 Tahun 2014. Sehingga, lanjut dia, walaupun dipaksakan, PKL tetap menolak berjualan di tempat yang baru tersebut.

“Kami minta wali kota lebih bijak, dengan menata ulang bukan relokasi PKL. Kalau relokasi sama saja memindahkan masalah dan justru menimbulkan masalah baru,” katanya seraya mengaku pihaknya bersama PKL akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan Wali Kota Serang.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.