Soal Proyek Geothermal, Warga Padarincang Serang Terbelah Dua

  • Whatsapp
Mahasiswa dan warga Padarincang, Kabupaten Serang menggelar aksi jalan kaki ke Kementerian ESDM di Jakarta menolak proyek PLTPB.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Proyek geothermal pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) di Gunung Prakasak, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, sejak lama  menuai pro kontra ditengah masyarakat. Sebagian masyarakat setuju dan sebagain lainnya menolak. Mereka yang menolak membuat perkumpulan, yang dinamai Serikat Perjuangan Rakyat (SAPAR) Padarincang.

Warga Padarincang yang tergabung dalam SAPAR, Doib kepada redaksi24.com menceritakan, pada 2013 lalu, perusahaan geothermal melakukan sosialisasi kepada masyarakat Padarincang dengan membawa 9 ahli. Namun mereka tidak bisa meyakinkan bahwa proyek ini aman bagi sumber kehidupan masyarakat, terutama sumber air.

Bacaan Lainnya

“Baru tahap awal saja sudah banjir plus lumpur, sebelumnya tidak ada. Warga menebang 1 pohon saja dipenjara 2 tahun, sedangkan mereka membabad hutan lindung, tidak diapa-apakan,” ungkap Doib di rumahnya, Padarincang, Kabupaten Serang. Sabtu (7/9/2019).

Menurut Doib, Padarincang merupakan kawasan agro wisata, tidak diperuntukan untuk industri. Padarincang memiliki persawahan luas, dan sangat produktif,  Karena petani bisa panen panen padai 3 kali dalam 1 tahun.

“Kalo mau mendatangkan investor, datangkanlah investor yang sesuai dengan lingkungan di Padarincang, yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Tokoh Masyarakat Padarincang, Serang, yang tergabung dalam SAPAR, Doib.

Lebih jauh Doib memaparkan, pada 2017 perusahaan masuk tanpa sosialisasi. Mereka langsung menentukan titik proyek, kemudian mengeksekusinya. Mungkin mereka, menurut Doib, berpikir kalau sudah memasuki proses aktivitas,  perusahaan bisa memaksa untuk melanjutkan. Namun, perkiraan itu meleset. “Justru warga semakin kencang menolak,” imbuhnya.

Pada 8 mei 2018,  digelar sosialisasi proyek PLTPB di Pondok Pesantren Cidanghiang, Padarincang, yang dihadiri 350 orang dari berbagai unsur masyarakat, pemuda, aktivis lingkungan dan warga lainnya. “ Dan semuanya mutlak menolak,” tandasnya.

BACA JUGA:

. Proyek Listrik Panas Bumi di Padarincang Serang Jalan Terus

. Warga Padarincang Serang Longmarch ke Kementerian ESDM Jakarta

. Peserta Aksi Jalan Kaki ke Kementrian ESDM Kelelahan

Dihubungi terpisah,  Tubagus Cecep yang juga warga Padarincang mengaku pernah berkunjung ke Kamojang, yang memiliki proyek serupa.

“Di Kamojang ada proyek yang sama dengan di Padarincang. Di sana tanaman subur, tidak ada gangguan atau semburan lumpur. Jauh dari kata merugikan. Sampai tanaman yang di pinggir pipa tumbuh subur,” imbuhnya.

Ditanya soal warga yang menolak proyek geothermal, Cecep menyebutnya karena mereka belum memahami. Meski begitu dia berharap pro kontra proyek geothermal jangan sampai menimbulkan benturan antar masyarakat Padarincang.

“Mungkin belum paham. Tapi kalau abah sudah paham, sering ikut sosialisasi,” akunya.

Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Serang, Imam Gojali meminta agar pihak-pihak terkait bisa bersinergi agar tidak terjadi benturan antar warga, khususnya di kemudian hari. “Mudah-mudahan tidak ada yang merasa dikorbankan. Saya harap para pihak bersinergi untuk meyakinkan masyarakat,” tandas Imam.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.