Soal Perbedaan Status Lahan SMPN 24, Begini Kata Kadikbud Tangsel

  • Whatsapp
Smpn 24 tangsel
Lahan SMPN 24 Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Polemik soal pengadaan lahan SMPN 24 Kota Tangerang Selatan belum menemukan titik terang. Soal oknum yang menyatakan status lahan dalam sertifikat sebagai lahan darat masih teka-teki.

Padahal, lokasi lahan yang sebenarnya merupakan lahan resapan air atau rawa-rawa sudah ada sejak sekira satu abad lalu.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan Taryono ketar-ketir saat dikonfirmasi terkait perbedaan status lahan SMPN 24 tersebut.

Saat ditemui di kantornya, Taryono enggan memberi penjelasan dan memilih diam kemudian buru-buru akan melakukan rapat. ketika ditanya soal perbedaan status lahan SMPN 24 ia terlihat gugup dan mengaku, pihaknya sudah melakukan proses pengadaan dengan benar.

“Dari awal kita lakukan sudah benar kok. Tidak mungkin kita menyimpang, karena sejak awal sudah berusaha dengan hati-hati dalam proses pengadaan lahan tersebut,” katanya singkat.

BACA JUGA: Waduh, Pembangunan Gedung SMPN 24 Tangsel Direncanakan di Atas Rawa

Sebelumnya diberitakan, perbedaan status lahan di sertifikat dan lahan aslinya itu mencuat lantaran Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Tangsel Siti Barokah menyebut status lahan SMPN 24 dalam sertifikat berstatus lahan darat.

Hal senada pun dikatakan oleh Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Rizqiyah. “Dalam sertifikatnya, jelas tertulis status lahan SMPN 24 merupakan darat,” katanya beberapa waktu lalu sambil memperlihatkan salinan sertifikat tersebut.

Rizqiyah mengaku, tidak tahu menahu soal penetapan lahan tersebut menjadi lahan darat. Hal tersebut, pihaknya hanya bertugas sebagai juru bayar setelah semua berkas pengadaan lahan tanah lengkap dan tak bersengketa.

“Kajian lahan atau fisibilitas study (FS) dilakukan oleh Dikbud sebagai pihak yang membutuhkan dan menggunakan lahan untuk SMPN 24,” terangnya.

BACA JUGA: Polemik Lahan SMPN 24 Tangsel Berlanjut. Ada Perbedaan Status antara Kondisi Nyata dan Sertifikat

Kini, lahan yang diperkirakan memiliki luas sekitar 9.000 meter persegi lebih di Jalan H Hasan, Kelurahan Sawah Lama, Ciputat itu sudah lunas dibayarkan dengan harga permeternya sekira Rp2.888.000 lebih.

Lahan tersebut, dibeli oleh Pemerintah Kota Tangsel dengan status kepemilikan sertifikat atas nama Jawiyah karena sudah berpindah kepemilikan dari ahli waris H Heri dengan uang muka Rp5 miliar.

Soal status lahan yang diklaim sebagai lahan darat itu dibantah oleh warga. Salah seorang warga bernama Abdul Abas menerangkan, lahan tersebut diperkirakan sudah ada sejak 100 tahun lalu sebagai lahan resapan air hingga saat ini.

BACA JUGA: Kesaksian Warga Soal Status Lahan SMPN 24 Tangsel Diduga Ada Oknum Yang Bermain

Abas menduga, ada oknum yang bermain dalam perubahan status lahan tersebut. Abas mengaku, tahu betul soal seluk beluk lahan tersebut lantaran dirinya masih ada hubungan keluarga dengan ahli waris atas nama H Heri Heriyadi.

Di samping itu, Abas menerangkan, sebagai lahan resapan air lokasi lahan yang akan dibangun SMPN 24 itu rawan banjir. “Ini kalau hujan deres, lahan yang tingginya sekira 2 meter dari jalan itu penuh sama air. Bahkan airnya pun sampai menutupi jalan kira-kira sampai selutut lah,” terang Abas. (wvyh/Aan)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.