Soal Penolakan Rapid Test, MUI Kota Serang Sodorkan 2 Rekomendasi ke DPRD

  • Whatsapp
MUI Kota Serang
MUI Kota Serang menggelar audiensi dengan DPRD Kota Serang terkait adanya penolakan ulama dan santri terhadap rapid test covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menyatakan mendukung pelaksanaan rapid test kepada masyarakat ditengah pandemi covid-19. Rapid test covid-19 demi keselamatan umat.

Pernyataan MUI Kota Serang itu menyusul adanya pernyataan sikap sejumlah ulama dan santri yang menolak diadakannya rapid test covid-19. MUI juga menyampaikan rekomendasi dibatalkannya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) kepada DPRD Kota Serang.

Bacaan Lainnya

“MUI Kota Serang memberikan rekomendasi kepada Dewan, pertama mendukung program rapid test sesuai dengan protokol kesehatan, jadi tidak ada unsur menolak rapid test karena untuk kepentingan umat juga,” kata Ketua MUI Kota Serang, Mahmudi kepada wartawan usai memberikan rekomendasi kepada DPRD Kota Serang di Gedung DPRD, Kamis (18/6/2020).

Rekomendasi kedua, kata dia, meminta DPR RI melalui DPRD Kota Serang untuk membatalkan RUU HIP. Sebab, kata dia, HIP tidak perlu dibahas.

Soal sejumlah ulama yang menyatakan penolakan terhadap rapid test, dikatakan Mahmudi, MUI Kota Serang tidak setuju. Pihaknya tetap mendukung program pemerintah terkait rapid test itu, muali dari pusat, provinsi maupun  kota/kabupaten.

“Kami juga mengusulkan petugas yang melakukan rapid test kepada santri, kyai dan masyarakat membawa surat tugas saat menjalankan tugasnya,” imbuhnya.

Mahmudi menjelaskan, rapid test demi untuk menyelamatkan kehidupan manusia. Karena itu, pihaknya juga sudah memberikan edukasi bagi warga terkait pentingnya mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Berkaitan dengan RUU HIP, Mahmudi juga mendesak DRPD Kota Serang melanjutkan rekomendasi MUI ke DPRD RI maupun pemerintah pusat. “RUU HIP bukan hanya ditunda, tapi ahrus dibatalkan, karena kehidupan beragama sudah selsesai,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen MUI Kota Serang, Amas Tajudin menambahkan, masyarakat tidak usah takut dengan adanya rapid  test, namun sebaliknya justru untuk mencegah penyebaran covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten.

“Rapid tes penting karena merupakan ikhtiar kesehatan bagi pribadi, keluarga dan lingkungan secara luas,” ungkapnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Hasan Baari menjelaskan, aspirasi dari MUI Kota Serang akan disampaikan kepada DPR RI, terutama melalui para wakil rakyat yang berasal dari Dapil Banten.

“Menurut saya ada kesalah pahaman teekait rapid test, itu membuktikan jika edukasi atau sosialisai pencegahan covid-19 belum maksimal,” jelasnya seraya mengungkapkan Kota Serang sebetulnya siap dalam menghadapi new normal.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.