Soal Pendampingan Hukum Sopir Ambulance, Puskesmas Balaraja Akan Koordinasi Dengan Instansi Terkait

oleh -
Ambulan Puskesmas Balaraja
Sopir ambulance -Istimewa.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kepala Puskesmas Balaraja Dr Lely Aryuni akhirnya angkat bicara prihal kasus Junaidi (32), sopir Ambulance Puskesmas Balaraja, yang kini mendekam di Rutan Kelas I Tangerang lantaran menabrak orang hingga tewas saat tengah merujuk pasien beberapa waktu lalu, Kamis (23/1/2020).

Ditemui wartawan dalam kegiatan Musrembang Tahun 2020 di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, ia menerangkan sesuai dengan keterangan dari Polresta Tangerang yang menangani kasus tersebut, pihak kepolisian mengatakan jika kasus itu bukan kasus kecelakaan lalu lintas, melainkan mutlak kelalaian sopir ambulance itu yang menabrak orang hingga tewas.

“Jadi, menurut kepolisian undang-undangnya berbeda, undang-undang pejalan kaki salah tidak salah itu karena faktor kelalaian,” katanya

Ia melanjutkan, penyidik yang menangani kasus ini juga mengatakan, jika kasus tersebut sudah masuk ke ranah kejaksaan. Karena kasus yang menimpa sopir Ambulance Puskesmas Balaraja karena kelalaiannya sendiri yang menabrak orang hingga meninggal dunia.

“Kami sudah bertemu juga dengan pak Kasat dan Pak Kanit, kasus ini sifatnya bukan kecelakaan lalu lintas,” katanya lagi.

Ia juga mengatakan, dirinya tidak bisa mengintervensi soal proses hukumnya. Kata dia, semua langkah yang diambil oleh pihak Puskesmas Balaraja sudah sesuai prosedur dan tidak ada istilah tidak bertanggung jawab dalam mengurusi kasus sang sopir ambulance tersebut.

“Masalah dia sudah dibawa ke rutan pun dari kejaksaan tidak ada info ke saya,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Puskesmas Balaraja Belum Berikan Bantuan Hukum Pada Sopir Ambulance Yang Tabrak Mati Korbannya

DPRD Kabupaten Tangerang Akan Panggil Puskesmas Balaraja, Terkait Pendampingan Hukum Sopir Ambulance

Ditanya soal ada tidaknya bantuan hukum bagi Junaidi, ia mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan untuk sementara menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang berwenang sambil menunggu arahan selanjutnya.

“Jadi kalau nanti ada arahan soal bantuan hukumnya kita bisa tempuh. Karena secara moral saya juga punya tanggung jawab,” tukasnya (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.