Soal Menara Seluler, Wali Kota Serang Tunggu Rekomendasi Ombudsman RI

  • Whatsapp
Ombudsman RI
Wali Kota Serang Syafrudin bersama Ombudsman RI menggelar mediasi terkait menara seluler yang dikeluhkan warga.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Menara seluler tak berizin atas nama PT Solusindo Kreasi Pratama di Perumahan Griya Serang Asri, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten dilaporkan warga ke Ombudsman RI.  Keberadaan tower telpon seluler tersebut dinilai menganggu kenyamanan warga.

Untuk memfasilitsi penyelesaian keberadaan menara PT Solusindo Kreasi Pratama tersebut, Ombudsman RI menyambangi Kantor Wali Kota Serang. Ombudsman RI bisa merekomendasikan penegakan hukum atas keberadaan menara seluler yang dikeluhkan warga itu.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya memfasilitasi penyelesaian. Namun kalau tidak ada solusi, kami menyarankan terakhir untuk melakukan penegakan hukum, seperti penyegelan atau pembongkaran menara,” kata Asisten Ombudsman RI Bagian Resolusi dan Monitoring, Ratna Sari Dewi kepada wartawan di Kantor Wali Kota Serang, Jum’at (13/12/2019).

BACA JUGA:

. Ombudsman Fokus Tangani Kasus Sertifikat KPR BTN Bodong

. Pembentukan Ombudsman RI Perwakilan Kab/Kota se-Tangerang Raya dan Propinsi Banten Mendesak

Sementara Wali Kota Serang, Syafrudin mengaku sudah melakukan saran-saran dari ombudsman. Syafrudin juga mengakui adanya laporan warga terkait kebaradan tower tersebut. “Semua pihak terkait, termasuk perizinan, juga Satpol PP, bagian hukum, bagian organisasi dan pemilik kami sampaikan ada gugatan keberatan dari masyarakat,” ungkapnya.

Ombudsman, kata Syafrudin, sudah kali keempat memediasi penyelesaian keluhan warga terkait menara seluler. Namun hingga kini ombudsman belum memutuskan terkait perkara tower tersebut. “Karena memang kami menginginkan mediasi terlebih dahulu,” katanya.

Menurut Syafrudin, selama ini ombudsman hanya menghadirkan dari pihak pemerintah, dan pihak yang keberatan, dalam hal ini warga. Sementara dari pihak pemilik menara, kata dia,  belum pernah dihadirkan.

“Mungkin ombudsman menunjuk pemerintah kota untuk menyelesaikan masalah tower yang ada di Serang Asri,” jelas Syafrudin.

Terkait saran ombudsman, menurut Syafrudin, pihaknya sudah melakukannya melalui aparat penegak Perda, dalam hal ini Satpol PP untuk memberikan surat peringatan, bahkan sudah peringatan ketiga kepada pemilik menara seluler tersebut.

“Menara sudah dipasangi garis polisi. Kalau untuk membongkar tower, tentunya kami harus ada dasar dan biaya. Jadi dasar ini yang kami tunggu dari ombudsman. Kalau tidak ada dasar, kami juga tidak bisa membongkar tower itu, sekalipun belum berizin,” ujarnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.